Harga BBM Pertamax Dipastikan Bisa Turun Lagi, Ini Syaratnya

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 17/06/2026 15:25 WIB
Foto: Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara Menteri ESDM, Dwi Anggia menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi diantaranya produk RON 92 Pertamax bisa kembali turun. Hal ini jika harga minyak dunia juga turun.

Dwi menjelaskan BBM non-subsidi mengikuti mekanisme harga pasar. Hal itu juga tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG/01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar perhitungan eceran BBM.

"Apakah (Pertamax) bisa turun lagi? pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun. Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," katanya, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Rabu (17/6/2026).


Menurut data Refinitiv, pukul 08.20 WIB, hari ini, Rabu (17/6/2026) harga minyak jenis Brent berada di US$79,23 per barel, naik tipis dibandingkan penutupan sebelumnya di US$78,96 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$76,27 per barel, lebih tinggi dari posisi sehari sebelumnya di US$76,05 per barel.

Menurut Dwi Anggia juga menyampaikan, kenaikan harga BBM non-subsidi negara lain sudah melebihi dari Indonesia. Pemerintah bersama stakeholder terkait sudah menahan lebih dahulu harga BBM non- subsidi sejak April lalu.

"Kalau bicara negara kawasan di tetangga, sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan penyesuaian," katanya.

"Kita tahu di April kemarin, sesuai arahan Presiden (Prabowo Subianto), pak presiden masih mencoba untuk menjaga kestabilan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, makanya sempat ada diskusi dengan badan usaha baik itu plat merah maupun swasta untuk mempertahankan harga BBM non-subsidi dalam hal ini Pertamax," kata Dwi Anggia.

Namun menurutnya seiring dengan waktu yang berjalan fluktuasi harga minyak dunia semakin dinamis, yang membuat pelaku usaha harus menyesuaikan kepada harga keekonomian.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi dalam hal ini pertalite dan solar masih belum mengalami kenaikan harga. Hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat rentan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perbandingan Harga BBM RI Vs ASEAN Setelah Harga Pertamax Naik