FOTO INTERNASIONAL

'Hujan' Rudal! Potret Katedral Dibombardir Rusia, Korban Berjatuhan

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 22:00 WIB

Sedikitnya empat orang tewas setelah serangan ratusan drone dan puluhan rudal dilancarkan Rusia ke Ukraina. Gereka bersejarah Kyiv Pechersk Lavra juga kena.

1/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Serangan udara besar-besaran Rusia kembali mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (15/6/2026). Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas setelah serangan yang disebut sebagai yang terberat dalam dua pekan terakhir itu menghantam sejumlah wilayah, termasuk kompleks gereja bersejarah Kyiv Pechersk Lavra yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

2/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Otoritas Ukraina menyebut serangan langsung Rusia menyebabkan kerusakan serius pada kompleks biara yang didirikan pada tahun 1051 tersebut. Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan Katedral Dormisi yang berada di dalam kompleks biara mengalami kebakaran hebat akibat hantaman rudal. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

3/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengecam keras serangan tersebut. Dalam unggahan di media sosial X, ia menyebut pembakaran Katedral Dormisi sebagai salah satu serangan paling serius terhadap warisan budaya dan agama Kristen sejak perang dimulai. (Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS)

4/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Serangan terbaru terjadi sehari setelah Zelenskiy mengungkapkan telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Pembahasan tersebut dilakukan menjelang pertemuan negara-negara G7 di Prancis pekan ini. (REUTERS/Alina Smutko)

5/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Selain menghantam situs bersejarah, gelombang serangan Rusia juga menargetkan sejumlah bangunan apartemen bertingkat dan infrastruktur energi di Kyiv. Otoritas setempat melaporkan sekitar 140.000 warga sempat mengalami pemadaman listrik setelah jaringan distribusi energi rusak. Namun, sebagian besar pasokan listrik telah berhasil dipulihkan beberapa jam kemudian. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

6/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Militer Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone ke berbagai wilayah Ukraina dalam semalam. Dari jumlah tersebut, sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 50 rudal dan 582 drone.  (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

7/7 Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Katedral Dormisi Kyiv Pechersk Lavra, yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 15 Juni 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Ketegangan yang terus meningkat terjadi di tengah upaya diplomatik untuk menghentikan perang. Zelenskiy sebelumnya mengusulkan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas gencatan senjata dengan melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Namun usulan tersebut ditolak Kremlin. (Layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina/Handout via REUTERS)

Add as a preferred
source on Google