Luhut Bilang Family Office Bisa Datangkan Dana Asing hingga Rp8.900 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis pembentukan family office di Indonesia berpotensi menarik penempatan dana asing hingga US$500 miliar atau sekitar Rp8.900 triliun (kurs Rp17.800/US$). Family office ini rencananya akan dilokalisasi dalam International Financial Center di Bali.
Luhut mengungkapkan pemerintah, dalam hal ini Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), tengah mempersiapkan forum internasional terkait family office yang bakal digelar pada 18 Juli 2026.
"Danantara akan mengundang, sesuai arahan Presiden, orang-orang yang punya duit dari dunia. Per tadi malam saya dengar ada potensi sekitar US$ 500 miliar yang mau datang ke sana," kata Luhut, selepas flag off BTN Jakim, kemarin (15/6/2026).
Luhut pun menilai pengembangan family office ini terlambat bagi Indonesia karena banyak negara sudah memulai konsep ini terlebih dahulu, seperti Singapura dan HongKong. Mengenai pengembangan family office, dia meminta agar masyarakat tidak mengaitkannya dengan APBN alias dianggap pemborosan.
"Gak ada urusan itu," kata Luhut.
Mantan menteri maritim dan investasi ini meyakini family office akan memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan nasional, termasuk memperkuat pasar saham dan meningkatkan persepsi lembaga pemeringkat global terhadap Indonesia.
"Family office juga saya kira membuat penguatan saham kita, penguatan rating kita," tegasnya.
Hal ini sebenarnya sudah disampaikan Luhut minggu lalu di Istana Kepresidenan. Usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, Luhut mengatakan bahwa Presiden sudah memberikan arahan mengenai pertemuan besar di Bali pada Juli mendatang.
"Presiden memberikan arahan lagi mengenai IFC, family office, yang nanti akan ada pertemuan sekitar bulan Juli di Bali dan kita berharap itu ada potensi kira-kira berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan akan masuk ke Indonesia," ujarnya (9/6/2026).
(haa/haa) Add
source on Google