MARKET DATA

Bukan Family Office, Purbaya Setuju Ide Luhut Bentuk KEK Jasa Keuangan

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
24 April 2026 18:20
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Biro KLI Kemenkeu)
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Biro KLI Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah sepakat dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Panjaitan terkait pembentukan Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center) di Indonesia.

Purbaya mengatakan, pusat keuangan internasional ini nantinya akan didirikan di Indonesia bukan dalam bentuk Family Office sebagaimana yang beredar selama ini, melainkan dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus sektor Jasa Keuangan.

"Sebetulnya bukan family office, nanti kawasan ekonomi khusus untuk financial sector," kata Purbaya Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Purbaya mengatakan, sudah ada acuan pembangunan KEK sektor Jasa Keuangan yang paling cocok dengan di Indonesia, yakni yang telah terbangun di Dubai. Karenanya, ia menilai proyek pembangunan KEK sektor Jasa Keuangan akan bisa terbangun dalam waktu cepat.

"Yang masuk untuk saya adalah yang model Dubai, gitu. Kita akan kejar dalam waktu dekat," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto pun telah sepakat untuk membangun KEK Jasa Keuangan. Pembangunan proyek itu kata dia akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk. Jadi Pak Menko Perekonomian akan lead timnya, nantikan kita bantu dari situ," paparnya.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan International Financial Center di Indonesia ini telah disampaikan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan saat melaporkan kondisi terkini perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Selasa (21/4).

Ia mengatakan, penguatan inisiatif pembangunan Indonesia Financial Center guna menangkap potensi pergeseran arus modal global.

"Kita tidak hanya bicara soal bertahan, tapi bagaimana mengambil manfaat dari situasi ini. Percepatan GovTech dan pembangunan Indonesia Financial Center adalah langkah strategis kita untuk memanfaatkan pergeseran arus modal global. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan dunia usaha, kita optimis momentum ini dapat kita jadikan katalis bagi lompatan kemajuan nasional," kata Luhut.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Disebut Bakal 'Di-Noel-Kan', Purbaya: Gue Gak Terima Duit


Most Popular
Features