Kurangi Kesenjangan, Gubernur Malut Perkuat Konektivitas Wilayah
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda mengaku akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kesenjangan di wilayahnya. Pasalnya, meski kesenjangan di Malut sudah lebih kecil secara nasional, ia melihat masih ada penduduk yang tertinggal.
"Secara manusia masih ada yang tertinggal, angka masih menjadi tolak ukur, dari 1,4 juta penduduk 174 ribu yang masih berada di zona prasejahtera yang diusahakan untuk bisa keluar dari zona itu," tegas dia kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (12/6/2026).
Menurut Sherly yang menjadi isu kesenjangan saat ini adalah konektivitas, yakni jalan dan jembatan yang belum terkoneksi. Menurut Sherly, 60% penduduk Malut adalah petani dan 20% nelayan. Keduanya saat ini butuh akses jalan seperti jembatan, untuk mengirim hasil bumi ke pasar serta butuh dana besar untuk membangunnya.
"Kami kesiapan jalan provinsi baru 46% dan kurang dari 550km jalan, sebelum 2030 ditargetkan jalan provinsi terbangun, total 1900 km jalan di Malut yang belum selesai. Harapannya sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi hal ini bisa selesai agar bisa jadi upaya pemerataan ekonomi," tegas dia.
Sherly juga menegaskan pemerataan juga sejalan dengan keberlanjutan. Dia mengatakan tugasnya adalah mengkorvensi kekayaan alam dalam hal ini nikel, menjadi jalan dan jembatan sebagai modal menyiapkan segala Hal lebih baik lagi.
"Pilihan peluang masa depan yang lebih baik, mengubah kekayaan alam menjadi kekayaan manusia sebelum nikel ini habis. Sebelum habis diharapkan manusia Malut bisa sejahtera tanpa bergantung lagi pada nikel, namun sudah ada diversifikasi ekonomi yang stabil dan kualitas hidup yang lebih baik. Kalaupun masih jadi petani dan nelayan namun sudah bisa menggunakan teknologi, tanpa mengorbakan local value Malut," pungkas dia.
Sebagai informasi,Malut berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi 19,6% di kuartal I 2026, yang sebagian besar didukung oleh hilirisasi, terutama nikel.
Dia juga menambahkan, multifler efek atau efek berganda juga sangat besar dari adanya hilirisasi nikel. Salah satunya dalam menciptakan 100.000 lapangan kerja dan perputaran ekonomi sangat tinggi.
(dpu/dpu) Add
source on Google