Dubes China Ungkap Persamaan Xi Jinping dan Prabowo, Begini Katanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengungkapkan Presiden China Xi Jinping dan Presiden RI Prabowo Subianto memiliki kesamaan pandangan, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, kedua pemimpin sama-sama menempatkan pengembangan kapasitas masyarakat sebagai fondasi penting bagi kemajuan bangsa dan penguatan hubungan bilateral Indonesia-China.
"Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto sama-sama menaruh perhatian besar pada pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Kedua pemimpin sepakat bahwa pemberdayaan masyarakat, pembelajaran bersama, dan hubungan antar masyarakat dapat menjadi sumber energi baru bagi kemitraan strategis kedua negara," ujar Wang dalam acara Alumni Gathering Indonesia-China Technical Cooperation Program di Gedung Krida Bhakti Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Wang menjelaskan kerja sama pengembangan kapasitas antara Indonesia dan China telah berlangsung lebih dari dua dekade. Sejak dimulai pada tahun 2000, program pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah China telah diikuti lebih dari 12.000 aparatur sipil negara (ASN) Indonesia di berbagai bidang, mulai dari administrasi publik, pembangunan industri, inovasi teknologi, manajemen kebencanaan hingga kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi China. Hubungan kedua negara, kata Wang, dibangun atas dasar saling belajar dan saling berbagi pengalaman dalam pembangunan.
"Hubungan ini bukanlah hubungan satu arah. Kami juga banyak belajar dari Indonesia. Program ini menjadi proses pembelajaran bersama bagi kedua negara," katanya.
Di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan ekonomi global, Wang menilai Indonesia dan China memiliki peran penting sebagai mitra strategis di kelompok negara-negara Global South. Karena itu, kedua negara perlu terus memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan yang inklusif.
Ia menegaskan China akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk menjunjung keadilan internasional, memperkuat multilateralisme, serta mendorong terciptanya perdamaian dan kemakmuran baik di tingkat regional maupun global.
Wang juga menyoroti keselarasan visi pembangunan jangka panjang kedua negara. Di satu sisi, China tengah menjalankan agenda pembangunan nasional jangka panjang, sementara Indonesia memiliki Visi Indonesia Emas 2045 yang berfokus pada transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas SDM.
Menurutnya, berbagai peluang kerja sama baru masih terbuka lebar untuk dikembangkan demi memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara. Dalam konteks tersebut, para alumni program pelatihan China disebut memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempererat hubungan bilateral.
"Para alumni merupakan aset penting dalam hubungan bilateral ini. Saya berharap Anda semua terus meraih kesuksesan dalam karier dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan dukungan Anda, saya yakin hubungan Indonesia-China akan terus berkembang," ujarnya.
Wang juga menyampaikan harapannya agar Indonesia terus tumbuh menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera. Ia juga menegaskan komitmen China untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang pada masa mendatang.
"Kami ingin melihat Indonesia menjadi negara yang semakin kuat dan semakin makmur. Saya berharap dapat terus bekerja sama dengan Anda semua untuk mewujudkan tujuan tersebut," kata Wang.
(luc/luc) Add
source on Google