9 Photos
Potret Demo Gulingkan Presiden Berujung Bentrokan Pecah
Petani terlibat bentrok dengan polisi di La Paz saat menuntut Presiden Rodrigo Paz mundur. Aksi didukung Evo Morales di tengah krisis politik Bolivia.
Petani dari wilayah barat Cochabamba bentrok dengan aparat kepolisian di ibu kota Bolivia, La Paz, Rabu waktu setempat, saat menggelar aksi menuntut diakhirinya pemerintahan Presiden Rodrigo Paz. Kerusuhan ini menjadi yang terbaru di tengah gelombang kerusuhan sipil yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. (REUTERS/Claudia Morales)
Bentrokan pecah ketika para demonstran berupaya memasuki Plaza Murillo, kawasan yang menjadi pusat pemerintahan negara tersebut. Polisi anti huru hara yang berjaga di lokasi memblokir akses menuju area tersebut sehingga memicu ketegangan antara kedua pihak. (REUTERS/Claudia Morales)
Di tengah aksi itu, sejumlah warga La Paz yang terdampak oleh blokade jalan dan gangguan distribusi barang meluapkan kemarahan mereka kepada para pengunjuk rasa. Beberapa warga meneriakkan protes kepada massa demonstran sementara yang lain memberikan tepuk tangan kepada aparat kepolisian. (REUTERS/Claudia Morales)
Pawai di La Paz merupakan bagian dari gelombang aksi protes yang lebih luas yang telah melumpuhkan sebagian wilayah Bolivia sejak awal Mei. Serangkaian blokade jalan dan pemogokan dipimpin oleh serikat pekerja, kelompok petani, serta pendukung mantan Presiden Evo Morales. (REUTERS/Claudia Morales)
Pada hari yang sama, eks Presiden Morales memimpin pawai anti-pemerintah di Cochabamba. Dalam aksi tersebut, ia mengecam penangkapan Vicente Salazar, pemimpin federasi petani Tupac Katari. (REUTERS/Claudia Morales)
Salazar ditangkap pada Rabu dengan tuduhan memimpin blokade jalan dan pengepungan terhadap La Paz. Penangkapannya semakin memperkeruh situasi politik yang sudah memanas dalam beberapa pekan terakhir. (REUTERS/Claudia Morales)
Morales secara terbuka mendukung gerakan protes yang berlangsung di berbagai wilayah. Ia menyerukan penyelenggaraan pemilihan umum lebih awal dan menilai aksi-aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintahan Paz. (REUTERS/Claudia Morales)
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) pada 4 Juni kembali menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Paz. Washington memperingatkan agar tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah dan menyatakan akan terus mendukung upaya menjaga stabilitas serta keamanan regional. (REUTERS/Claudia Morales)
Kerusuhan yang berkepanjangan telah menimbulkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat, sementara pemerintah dan kelompok oposisi masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mencapai kesepakatan untuk meredakan krisis politik yang berkembang di negara Andes tersebut. (REUTERS/Claudia Morales)
source on Google