FOTO Internasional

Menyemut, Warga Serbu Ibu Kota Tolak Resor Mewah Mantu Trump

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 11:55 WIB

Ribuan warga memprotes proyek resor mewah Rp104 triliun milik Jared Kushner, menantu Donald Trump, yang dinilai mengancam lingkungan.

1/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Ribuan warga Albania turun ke jalan di ibu kota Tirana pada Rabu waktu setempat. Ini mnejadi demonstrasi terbesar sejauh ini untuk menentang rencana pembangunan resor mewah senilai sekitar 5 miliar euro atau setara Rp104,1 triliun yang digagas menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner. (REUTERS/Florion Goga)

2/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Para demonstran memadati salah satu jalan utama kota dan berkumpul di depan kantor Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Albania tidak untuk dijual" serta meneriakkan slogan "Albania Baru" sebagai bentuk penolakan terhadap proyek yang dinilai kontroversial tersebut. (REUTERS/Florion Goga)

3/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Penolakan terhadap proyek itu muncul karena lokasinya yang berada di dekat kawasan lahan basah yang dilindungi. Area tersebut merupakan habitat berbagai satwa, termasuk flamingo, anjing laut, serta lokasi bertelurnya penyu laut. Selain kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, warga juga mempertanyakan transparansi proses perencanaan proyek yang melibatkan investor asing. (REUTERS/Florion Goga)

4/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Gelombang protes ini menjadi tantangan terbaru bagi Rama, yang telah memimpin Albania sejak 2013. Pemerintahannya menghadapi kritik terkait dugaan korupsi yang masih meluas serta dinilai belum mampu meningkatkan layanan publik penting seperti sektor kesehatan. (REUTERS/Florion Goga)

5/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Rama juga menegaskan proyek resor tersebut akan tetap dilanjutkan dan diselesaikan secara bertanggung jawab. Ia juga membela upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, termasuk melalui pembentukan kantor kejaksaan khusus yang dikenal sebagai SPAK. (REUTERS/Florion Goga)

6/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Lembaga tersebut telah membuka sejumlah penyelidikan terhadap kasus-kasus besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, langkah itu belum sepenuhnya meredakan ketidakpuasan publik. (REUTERS/Florion Goga)

7/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Awal tahun ini, demonstrasi juga sempat berujung bentrokan ketika massa menuntut pengunduran diri wakil Rama, Belinda Balluku, terkait dugaan korupsi. Meski Rama kemudian mencopot Balluku dari jabatannya, ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap pemerintah masih berlanjut. (REUTERS/Florion Goga)

8/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Proyek resor mewah tersebut merupakan gagasan Kushner dan istrinya, Ivanka Trump. Pasangan itu sebelumnya mengaku jatuh hati pada Albania setelah mengunjungi negara Balkan tersebut menggunakan kapal pesiar beberapa tahun lalu. (REUTERS/Florion Goga)

9/9 Pemandangan dari drone yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania selama protes terhadap resor mewah, sebuah rencana dari perusahaan yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di bagian pesisir Adriatik yang sensitif terhadap lingkungan, di Tirana, Albania, 10 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Penolakan terhadap proyek juga sempat terjadi di lokasi pembangunan dekat desa Zvernec bulan lalu. Aksi protes pecah setelah pengembang memasang pagar di sekitar sebagian area proyek. Pagar tersebut kini telah dibongkar setelah menuai penolakan dari warga setempat. (REUTERS/Florion Goga)

Add as a preferred
source on Google