Menteri PU Ungkap Kondisi Terkini Infrastruktur Area Bencana Sumatera

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 10/06/2026 19:15 WIB
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kawasan runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Jumat (6/2/2026). (Instagram/kementerianpu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana di wilayah Sumatera. Di saat proses rehabilitasi jalan dan jembatan nasional di Sumatera Utara masih berlangsung, cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerusakan pada hunian sementara (huntara) warga terdampak bencana di Aceh Utara.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat sedikitnya 274 titik kerusakan pada jaringan jalan dan jembatan nasional di Sumatera Utara akibat bencana yang terjadi sejak akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 lokasi ditargetkan selesai ditangani pada tahun ini, sementara sisanya akan dilanjutkan secara bertahap hingga 2028.


"Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, sejak awal kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).

Penanganan dilakukan pada lima koridor utama jalan nasional dengan total panjang ruas sekitar 500 kilometer. Setelah pekerjaan tanggap darurat rampung pada awal 2026, pemerintah kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.

Hingga saat ini, progres penanganan secara keseluruhan baru mencapai sekitar 18,31% atau setara 45 lokasi yang telah mendapatkan penanganan permanen. Sejumlah titik konstruksi masih berlangsung di berbagai ruas strategis seperti Tarutung-Sipirok-Padang Sidempuan, Tarutung-Sibolga, Batangtoru-Singkuang hingga jalur Sibolga-Batangtoru-Padang Sidempuan.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, cuaca ekstrem kembali menjadi tantangan. Angin kencang yang melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, merusak puluhan unit huntara yang saat ini masih dihuni warga terdampak bencana.

Berdasarkan data pemerintah daerah, kerusakan terjadi pada 36 unit huntara Rumoh Rayeuk, lima unit huntara Desa Langkahan, tujuh unit huntara Bukit Linteung dan 10 unit huntara Geudumbak.

"Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan. Kami telah berkoordinasi langsung dengan Menteri PU, dan perbaikan huntara yang mengalami kerusakan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari," ujar Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA.


(fys/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gempa M5,2 Mengguncang China