Prabowo Jawab Kritikan Sering Keluar Negeri, Singgung Jokowi

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 10/06/2026 16:13 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Munas HIPMI XVIII, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik terhadap dirinya yang dinilai sering pergi keluar negeri. Jawaban itu disampaikan Prabowo saat membuka Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).



"Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri. Disalahkan ya kan 'Jokowi nggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri'," katanya.

"Saya sering ke luar negeri, 'Prabowo sering ke luar negeri'. Aneh... Sebenernya tidak ada masalah gitu. Bener nggak?," tambahnya.

Menurut Prabowo, situasi dinamika geopolitik terkini sangat kacau dan berbeda dari beberapa tahun lalu. Untuk itu, dia menegaskan ideologi politik luar negeri Indonesia tetap tidak memihak pada blok manapun. Bahkan disebut dalam kondisi terkini sulit membedakan mana kawan atau lawan.

"Sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung. Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned, politik non-blok. Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun," ujarnya.

"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik nonblok, politik bebas aktif. 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," tambahnya.

Untuk menunjukkan politik luar negeri yang tidak berpihak, Prabowo bercerita bahwa saat ini dia berhubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, begitu juga dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, menurutnya, hal itu masih kerap disalahkan oleh beberapa pihak.

"Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan. Tapi nggak ada masalah. Saudara-saudara, noise selalu ada. Yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," kata Prabowo.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pelajar RI Belajar Bahasa Prancis - Wabah Ebola Makin Gawat