Prabowo Ogah RI Jadi Pasar Negara Lain, Menperin Geber Proyek Ini

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 10/06/2026 13:50 WIB
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Belarusia dan Wakil Menteri Perindustrian Belarusia, di mana kunjungan perwakilan pemerintah Belarusia ini merupakan bentuk lanjutan dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Belarusia pada pertengahan Juli lalu. (CNBC Indonesia/Chandra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memasang target tinggi bagi sektor manufaktur pada 2027. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pembangunan industri tahun depan sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang menempatkan investasi dan industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pada tahun 2027 yang akan datang, RKP mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Produktivitas Investasi dan Industri," kata Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (2026).

Sektor industri pengolahan memiliki posisi penting karena mampu menciptakan nilai tambah, mendorong investasi, serta meningkatkan ekspor. Pemerintah pun telah menetapkan sejumlah target yang harus dicapai sektor industri pada 2027, salah satunya adalah target investasi.


"Juga ditargetkan nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas sebesar Rp 930,60 triliun," ujar Agus.

Target investasi tersebut untuk mempercepat industrialisasi nasional. Agus mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengingatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk negara lain, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dari sumber daya yang dimiliki.

"Presiden menegaskan pentingnya Indonesia melakukan industrialisasi dan meningkatkan kemampuan produksi nasional. Beliau mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi bangsa lain," ucap Agus.

Selain mengejar investasi, pemerintah juga membidik pertumbuhan industri pengolahan sebesar 7,75% pada 2027. Kinerja tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

"Arahan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan industri harus terus-menerus diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperluas kesempatan kerja, serta membangun kemandirian ekonomi nasional," kata Agus.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Klaim Ekspor RI Meningkat