Tok! Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000/Kg Lewat Bulog
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memutuskan mengintervensi harga kedelai dengan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram (kg). Adapun subsidi untuk tahap awal, kedelai yang digelontorkan sebanyak 250.000 ton.
Kebijakan ini ditempuh guna menahan gejolak harga bahan baku yang banyak digunakan industri tahu dan tempe, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah berbagai tekanan pasar.
Menurut Zulhas, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan kedelai impor membuat komoditas tersebut sangat sensitif terhadap pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi itu berpotensi memengaruhi harga yang diterima pelaku usaha di dalam negeri.
"Oleh karena itu, tadi kami sudah memutuskan rapat di sini, kedelai yang hampir 100% impor itu, tentu akan terkait harganya, mungkin nggak naik tapi ukurannya kurang," kata Zulhas dalam rapat koordinasi terbatas perkembangan harga komoditas pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kedelai asal Amerika Serikat tiba di Indonesia dan bakal melewati serangkaian tes oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Kedelai asal Amerika Serikat tiba di Indonesia dan bakal melewati serangkaian tes oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) |
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyepakati bantuan harga sebesar Rp2.000 per kg yang akan disalurkan melalui Perum Bulog untuk volume awal 250.000 ton.
"Tadi kita putuskan, disubsidi Rp2.000 per kg, untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog. Dolar kan Rp16.500 jadi Rp18.000, sebetulnya nggak sampai Rp2.000 kan, tapi kita tadi kasih Rp2.000 per kg untuk 250.000 ton pertama. Nanti Bulog yang akan teknisnya seperti apa," jelasnya.
Zulhas mengatakan, keputusan tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden. Sementara itu, mekanisme pelaksanaan program akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pihaknya masih menunggu instruksi resmi pemerintah sebelum menjalankan program subsidi tersebut. Bulog juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pelaku usaha kedelai agar pelaksanaannya berjalan efektif.
"Kan perlu diperintah. Saya kan belum ada ini, nanti kita rapat dulu dengan Kementerian Perdagangan, kemudian dengan Kementerian Keuangan, termasuk juga dengan nanti asosiasi pengusaha kedelainya, sehingga hasilnya itu maksimal," kata Rizal saat ditemui usai rapat.
Rizal menjelaskan, kuota awal 250.000 ton merupakan keputusan pemerintah. Ia memastikan kedelai bersubsidi tidak akan dilepas ke pasar umum, melainkan disalurkan langsung kepada pelaku usaha kecil yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku produksi.
"Itu pengusaha-pengusaha langsung nanti perintahnya tidak melalui (pasar), tetapi langsung kepada pengusaha, pengusaha kayak perajin tempe, perajin tahu, seperti itu. Jadi tidak dijual di pasar, tapi dijual langsung ke perajinnya. Supaya apa, harganya jadi lebih rendah," pungkasnya.
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
