New York Tiba-Tiba "Lockdown", Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kota New York, Amerika Serikat (AS), tiba-tiba di 'lockdown'. Pengamanan ketat diberlakukan khususnya di Madison Square Garden (MSG), Senin (9/6/2026).
Polisi dilaporkan memasang barisan keamanan. Ternyata, hal ini terkait kedatangan Presiden Donald Trump ke laga ketiga Final NBA, di mana klub basket profesional AS yang bermarkas di New York City, New York Knicks (Knicks), bertanding.
Mengutip AFP, pihak berwenang telah melarang penggemar tanpa tiket untuk mendekati beberapa blok dari tempat acara di Manhattan tersebut. Aparat juga telah melarang nonton bareng (nobar) langsung di luar gedung.
Para pejabat telah mendesak para pemegang tiket untuk tiba setidaknya dua jam sebelum pertandingan dimulai pukul 20.30 waktu setempat, untuk melewati pemeriksaan keamanan ala bandara. Tas bahkan tidak akan diizinkan masuk.
"Pesan sederhananya: rayakan kemenangan Knicks, tetapi hindari area MSG malam ini jika Anda tidak memiliki tiket untuk pertandingan tersebut," kata Komisaris NYPD Jessica Tisch dalam konferensi pers.
Dilaporkan bagaimana pagar setinggi tiga meter dipasang di sekitar sebagian Madison Square Garden. Petugas pengawal Presiden AS, Secret Service, juga terlihat wara-wiri.
"Para agen, beberapa di antaranya bersenjata lengkap, didampingi oleh ratusan petugas NYPD saat kerumunan berkumpul di jalan-jalan dekat lokasi dan di area menonton publik di tempat lain di kota itu," lapor jurnalis AFP.
Sementara itu, beberapa warga New York mengkritik Trump, atas ketidaknyamanan yang disebabkan kunjungannya di kota tersebut pada hari pertandingan besar. Penggemar Knicks, Anthony Pulley (43), mengatakan gangguan itu menjengkelkan.
"Saya pikir itu menyebalkan. Saya pikir itu benar-benar merusak semua acara nonton bareng. Tapi cukup keren dia ingin datang dan menjadi bagian dari itu," katanya.
Knicks sendiri telah unggul 2-0 dalam tujuh pertandingan melawan San Antonio Spurs. Tim tersebut, yang mengejar gelar juara bola basket pertama mereka sejak 1973, telah membangkitkan antusiasme yang luar biasa di kota terbesar AS.
Kedatangan Trump juga disambut kekesalan oleh partai oposisinya, Demokrat. New York adalah basis Demokrat sementara Trump dari Partai Republik.
"Selama salah satu momen terbaik yang dinikmati NYC dalam beberapa dekade, (Trump) malah menjadikan semuanya tentang dirinya sendiri. Trump seharusnya MENINGGALKAN KAMI SENDIRI! Dia tidak diinginkan di sini," tulis Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer di X.
Di sisi lain, Wali Kota New York Zohran Mamdani, juga hadir di pertandingan itu. Pemimpin Muslim AS itu mengatakan membayar hampir US$1.000 untuk tiketnya.
Teknologi Anti-Drone
Sementara itu, Secret Service berencana untuk mengerahkan teknologi anti-drone sebagai bagian dari operasinya untuk melindungi Trump. Sang Presiden diketahui sudah menghadapi tiga dugaan upaya pembunuhan dalam waktu kurang dari dua tahun.
Trump, penggemar Knicks sejak lama, terakhir kali mengunjungi Madison Square Garden pada November 2024 untuk menonton pertandingan UFC setelah kemenangan pemilu. Sebelumnya ia mengadakan rapat umum kampanye di tempat tersebut.
"Fokus Secret Service sangat jelas: untuk memastikan setiap orang yang menghadiri pertandingan dapat menikmati pertandingan dan memiliki pengalaman yang aman, sementara kami menjalankan tanggung jawab kami untuk melindungi Presiden Amerika Serikat," kata Agen Khusus Matt McCool, masih dimuat AFP.
Penikaman Massal
Kedatangan Trump ke kampung halamannya ini terjadi sehari setelah New York City diguncang insiden penikaman yang melukai enam orang di kawasan Penn Station pada Minggu malam waktu setempat. Departemen Pemadam Kebakaran Kota New York (FDNY) menyatakan menerima laporan sekitar pukul 19.00 waktu setempat mengenai sejumlah korban penikaman di persimpangan West 33rd Street dan 7th Avenue, salah satu akses masuk menuju Penn Station.
Satu korban mengalami luka serius, sementara empat korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang. Kelima korban tersebut langsung dilarikan ke Bellevue Hospital untuk mendapatkan perawatan medis.
Aparat keamanan bergerak cepat setelah serangan terjadi. Seorang tersangka telah diamankan dan saat ini berada dalam tahanan pihak berwenang.
Menurut seorang pejabat penegak hukum, tersangka diduga merupakan individu tunawisma. Namun hingga kini otoritas belum mengungkap identitas maupun motif di balik aksi penikaman tersebut.
(sef/sef) Add
source on Google