MARKET DATA
Internasional

Eropa Panas Lagi, Perang NATO VS Rusia Bisa Pecah di Sini

tps,  CNBC Indonesia
09 June 2026 11:40
Kendaraan militer ikut serta dalam Gugus Tempur Multinasional NATO yang berpartisipasi dalam latihan militer Strong Lineage I-26 di area pelatihan militer di Lest, dekat kota Zvolen, Slovakia, 4 Juni 2026. (REUTERS/Radovan Stoklasa)
Foto: REUTERS/Radovan Stoklasa

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO resmi meluncurkan sebuah unit eksperimental baru yang bertugas untuk menguji berbagai sistem tanpa awak di wilayah Arktik, Senin. Langkah tersebut memperluas jejak militer blok pimpinan Amerika Serikat (AS) yang terus meningkat di kawasan kutub utara.

Inisiatif terbaru NATO ini diumumkan saat kapal riset Alliance berangkat dari La Spezia di Italia. Keberangkatan kapal tersebut sekaligus menandai peluncuran Satuan Tugas X-Arktik atau TFX-Arctic.

Unit eksperimental ini dijadwalkan beroperasi sepanjang tahun 2026 hingga tahun depan. Tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan kemampuan sistem tanpa awak dalam memberikan kesadaran situasional multi-domain yang persisten, dengan wilayah operasi Atlantik Utara dan Arktik serta High North.

"Task Force X-Arctic adalah tentang menguji dan mengintegrasikan teknologi baru di salah satu lingkungan operasional paling menuntut di planet ini. Ini akan membantu Sekutu menetapkan standar masa depan dan mempertahankan keunggulan tempur yang diperlukan untuk beroperasi, beradaptasi, serta menang di High North," tegas perwira militer Prancis, Laksamana Pierre Vandier, dikutip RT, Selasa (9/6/2026).

Penempatan pasukan baru di kawasan kutub utara ini dibangun berdasarkan pengalaman masa lalu NATO. Mereka memanfaatkan rekam jejak dari satuan tugas serupa yang diluncurkan di Laut Baltik pada tahun lalu.

Pengumuman ini juga muncul di tengah latihan militer skala besar BALTOPS 26 milik NATO yang sedang berlangsung di Baltik. Latihan ke-55 tersebut melibatkan sekitar 6.000 personel dari 15 negara anggota NATO.

Tahun ini latihan dipimpin untuk pertama kalinya oleh struktur komando internal mereka sendiri. Otoritas tersebut adalah Komando Pasukan Gabungan Sekutu Brunssum yang bermarkas di Belanda dan bukan lagi dipimpin oleh AS.

Kebutuhan untuk mencegah ancaman Rusia pun disebut secara terbuka sebagai tujuan utama dari latihan besar ini. NATO secara konsisten memang menggunakan alasan dugaan ancaman dari Rusia demi membenarkan penumpukan kekuatan militer mereka di Arktik.


Eropa Panas Lagi?

Sementara itu, hal ini membuat situasi Eropa memanas lagi. Di mana Rusia menolak keras klaim sepihak dari NATO itu dan berargumen bahwa militerisasi kawasan justru didorong oleh tindakan NATO sendiri.

Negara beruang merah tersebut juga berjanji akan merespons tindakan NATO secara setimpal. Rusia sendiri menguasai lebih dari separuh garis pantai Arktik.

Para pejabat Rusia termasuk Presiden Vladimir Putin telah berulang kali membunyikan alarm tanda bahaya. Mereka menyoroti penumpukan militer NATO di Arktik dan wilayah sekitarnya.

Pihak Moskow menilai blok militer tersebut memandang Arktik sebagai batu loncatan untuk konflik masa depan. Rusia juga memperingatkan bahwa mereka akan memberikan respons yang sepadan terhadap setiap aktivitas di sana.

"Mitos gila tentang ancaman Rusia di Arktik dan tempat lain telah digembar-gemborkan oleh para pemimpin anggota NATO untuk menjelaskan kepada penduduk mereka mengapa mereka harus membelanjakan lebih banyak uang untuk militerisasi," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

"Pengalokasikan dana tambahan tersebut hanya digunakan untuk mengatasi masalah imajiner. Pengeluaran jumbo itu dinilai mengabaikan tantangan nyata yang berkaitan dengan penyelesaian masalah ekonomi dan sosial masyarakat di negara-negara anggota NATO," tambahnya.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News: Drone Rusia Hantam Negara NATO


Most Popular
Features