Lemigas Ditunjuk Jadi BLU Untuk Impor Migas, Ini Kata Bahlil

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 08/06/2026 16:35 WIB
Foto: Pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia. REUTERS/Alexander Manzyuk/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengelola impor minyak mentah (crude), Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga LPG. Salah satunya, terkait rencana impor minyak dari Rusia.

Rencana itu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan/atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, mulai hari ini akan melakukan koordinasi intensif agar mandat dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut dapat segera diimplementasikan.


"Hari ini sebentar saya akan komunikasikan hari ini saya akan mulai bicara karena arahan Bapak Presiden lewat Perpres itu bahwa impor sektor energi yang meliputi crude, BBM, ataupun LPG apalah semacam-macam itulah diharapkan agar bisa kita juga dikelola oleh BLU dalam hal ini Lemigas," jelasnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Skema tersebut dirancang untuk mempermudah proses transaksi antar pemerintah atau Government to Government (G to G). Dengan melibatkan Lemigas, pemerintah berharap proses impor dapat langsung ditindaklanjuti secara lebih cepat.

"Tujuannya apa agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi dan itu bisa G to G. Kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain terkait dengan crude itu bisa langsung G to G dan ditindaklanjuti lewat G to B lewat negara gitu ya," imbuhnya.

Mengenai potensi impor minyak dari Rusia, pemerintah membuka peluang besar untuk menggunakan jasa Lemigas dalam proses pengadaannya. Bahlil menegaskan bahwa pasokan dari Negeri Beruang Merah tersebut menjadi salah satu opsi yang memungkinkan untuk dikelola oleh BLU di bawah naungan Kementerian ESDM.

"Ya salah satu di antaranya nggak ada masalah. Akan diarahkan untuk kemungkinan itu bisa terjadi," kata Bahlil menanggapi rencana impor dari Rusia melalui Lemigas.

Melalui skema itu, pemerintah berharap bisa meningkatkan ketahanan cadangan energi di dalam negeri. Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus mematangkan regulasi teknis agar Lemigas memiliki kesiapan dalam menjalankan tugasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rudal Iran Hantam Israel - Rupiah Tertekan PHK Mengintai