7 Photos
Panas! Ribuan Warga Kepung Proyek Resor Mewah Mantu Trump Rp 28,9 T
Ribuan warga kberunjuk rasa menolak pembangunan resor sebilai Rp 28,9 triliun milik menantu Presiden AS Donald Trump di Albania.
Ribuan warga Albania kembali berunjuk rasa di Tirana Minggu (7/6/2026) untuk menentang pembangunan resor mewah oleh sebuah perusahaan yang terkait dengan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (REUTERS/Florion Goga)
Pembangunan resor tersebut dipimpin oleh perusahaan investasi Kushner, Affinity Partners, dan terletak di sebuah pulau di lepas pantai Albania, bentangan garis pantai yang belum dikembangkan di dekat lanskap lindung Vjosa-Narta. Wilayah itu disebut sebagai lahan basah yang menjadi rumah bagi flamingo, anjing laut, dan tempat bertelur penyu laut. (REUTERS/Florion Goga)
Warga membawa spanduk, salah satunya berisi teriakan ke Uni Eropa (UE) supaya bertindak. Unjuk rasa bahkan meminta PM dilengserkan karena dianggap diktator. (REUTERS/Florion Goga)
Mereka meneriakkan "Albania Baru" dan "Rama di penjara", merujuk PM Eddi Rama. Mereka juga menuntut transparansi tentang proyek pembangunan senilai US$1,6 miliar (sekitar Rp 28,9 triliun). (REUTERS/Florion Goga)
Pengunjuk rasa lainnya menginginkan lebih banyak detail tentang bagaimana proyek tersebut akan memengaruhi penduduk setempat. "Kami membutuhkan lebih banyak informasi tentang apa yang akan terjadi. Apakah akan terbuka untuk orang Albania?" kata pengunjuk rasa Andia Ulliri.(REUTERS/Florion Goga)
Kelompok konservasi hewan PPNEA Bird Life Albania mengatakan bahwa Kawasan Lindung Vjosa Narta adalah satu-satunya tempat di Albania di mana mereka bersarang, dan telah menghitung hingga 7.000 flamingo yang melewati daerah tersebut setiap tahunnya. Organisasi tersebut mengatakan bahwa jika proyek tersebut dilanjutkan, ada risiko flamingo akan punah. (REUTERS/Florion Goga)
Kushner mengumumkan rencana untuk membangun resor tersebut pada tahun 2024 sebagai bagian dari investasi yang lebih luas yang juga mencakup bekas markas besar tentara di ibu kota Serbia, Beograd. Tahun lalu, ia membatalkan proyek Serbia tersebut setelah protes jalanan menentangnya. (REUTERS/Florion Goga)
source on Google