MARKET DATA
Internasional

Kim Jong Un-Xi Jinping Makin Lengket, "Duet Maut" Pengguncang Dunia

tfa,  CNBC Indonesia
09 June 2026 13:30
Presiden China Xi Jinping menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Aula Mokran, Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). (KCNA via REUTERS)
Foto: via REUTERS/KCNA

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara dan China menegaskan komitmen mempererat hubungan bilateral serta saling mendukung kepentingan strategis masing-masing. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping di Pyongyang.

Menurut laporan media pemerintah Korea Utara, KCNA, Selasa (9/6/2026), Kim menegaskan bahwa penguatan hubungan dengan Beijing merupakan prioritas utama kebijakan luar negeri Pyongyang. Ia menyatakan Korea Utara akan berupaya menjadikan hubungan kedua negara sebagai contoh kerja sama antarnegara sosialis yang kuat dan berkelanjutan.

"Penguatan hubungan dengan China adalah pekerjaan strategis prioritas utama terpenting bagi negara kami," kata Kim seperti dikutip KCNA. Ia menambahkan bahwa Pyongyang akan melakukan "segala upaya" untuk membangun hubungan strategis yang istimewa, tulus, dan kokoh dengan Beijing.

Dalam pembicaraan tersebut, Kim dan Xi sepakat menempatkan hubungan persahabatan kedua negara pada fondasi yang lebih kuat. Keduanya juga berkomitmen memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi, budaya, serta meningkatkan koordinasi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional masing-masing.

Xi menegaskan dukungan China terhadap Korea Utara di tengah dinamika global yang terus berubah. Menurut KCNA, Xi menyatakan Beijing siap "membela kepentingan bersama kedua belah pihak dan lingkungan strategis yang baik, apa pun perubahan situasi internasional."

Pertemuan ini menjadi kunjungan pertama Xi ke Pyongyang dalam tujuh tahun terakhir. Kunjungan tersebut berlangsung saat kedua negara berupaya memperkuat kembali hubungan tradisional mereka yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang hangat, terutama di tengah meningkatnya kedekatan Korea Utara dengan Rusia.

Kim menilai keputusan Xi menjadikan Pyongyang sebagai tujuan luar negeri pertamanya pada tahun ini menunjukkan tingginya perhatian Beijing terhadap hubungan bilateral.

"Kunjungan Anda ke Pyongyang sebagai perjalanan luar negeri pertama tahun ini merupakan ekspresi prioritas utama Anda terhadap persahabatan Korea Utara-China," ujar Kim.

Menurut KCNA, kedua pemimpin juga sepakat meningkatkan komunikasi melalui kunjungan tingkat tinggi secara rutin serta memperluas pertukaran di sektor politik, ekonomi, dan budaya. Pertemuan tersebut disebut telah membawa hubungan kedua negara ke "tingkat strategis yang baru".

Kunjungan Xi juga bertepatan dengan peringatan 65 tahun penandatanganan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara Korea Utara dan China, yang selama ini menjadi fondasi aliansi kedua negara.

Meski demikian, laporan media pemerintah Korea Utara maupun China tidak menyinggung isu program nuklir Pyongyang ataupun situasi keamanan di Semenanjung Korea. Hal ini berbeda dengan kunjungan Xi ke Pyongyang pada 2019, ketika Beijing masih secara terbuka menekankan pentingnya denuklirisasi kawasan tersebut.

Sementara itu, media pemerintah China sebelumnya melaporkan bahwa Xi juga mendorong penguatan kerja sama dengan Korea Utara di bidang diplomasi, penegakan hukum, dan militer.

Sebelum kembali ke Beijing, Xi dijadwalkan mengunjungi Menara Persahabatan di Pyongyang, monumen yang didedikasikan untuk mengenang tentara China yang bertempur bersama pasukan Korea Utara dalam Perang Korea 1950-1953 dan menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara.

(tfa/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hasil Pertemuan Xi Jinping-Kim Jong Un, Trump Terancam Gigit Jari


Most Popular
Features