MARKET DATA

Momen Purbaya Serukan 'Kita Cinta Rupiah!'

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
06 June 2026 16:15
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa  meninjau Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyerukan pentingnya penggunaan rupiah dalam transaksi di Indonesia.

Seruan itu disampaikan saat meninjau Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026), ketika merespons pertanyaan soal keluhan sejumlah pelaku usaha yang masih menemukan transaksi menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya menegaskan, seluruh transaksi di Indonesia seharusnya menggunakan mata uang rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Secara peraturan harusnya rupiah. Ini kan Indonesia. Alat transaksinya rupiah," kata Purbaya.

Ia mengaku akan menindaklanjuti jika masih ditemukan praktik penagihan menggunakan mata uang asing untuk transaksi yang seharusnya dilakukan di dalam negeri.

"Kalau ada dolar itu, laporin saya, nanti saya hajar dia," ujarnya yang langsung disambut tawa para wartawan.

Pernyataan tersebut muncul setelah ada keluhan dari sejumlah pelaku usaha yang mengaku masih menemukan biaya atau tagihan tertentu menggunakan dolar.

Purbaya menegaskan, penggunaan dolar untuk transaksi domestik tidak sejalan dengan aturan yang berlaku. Ia bahkan sempat menyelipkan candaan yang menegaskan dukungannya terhadap mata uang nasional.

"Janganlah. Kita cinta rupiah semua," kata Purbaya.

Meski demikian, ia mengaku perlu memastikan lebih lanjut sumber keluhan tersebut. Sebab menurutnya, transaksi di lingkungan pelabuhan pada dasarnya telah menggunakan rupiah.

"Kalau di kita enggak ada dolar kan," ujarnya bertanya kepada salah satu petinggi di Bea Cukai.

"Tidak, pak. Kecuali shipping line (di luar) karena CAC itu pake dolar tapi dikonversi ke rupiah, kalau di kita gak ada dolar, kalau ada dolar boleh juga sih, tapi gak mungkin," jawabnya.

"Jangan, nanti rupiah melemah, kita cinta rupiah semua," jawab Menkeu.

Purbaya juga meminta pelaku usaha tidak ragu melaporkan apabila masih menemukan praktik yang tidak sesuai aturan. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan penggunaan rupiah dalam transaksi domestik berjalan sebagaimana mestinya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya, Menaker, & Wamen ESDM Merapat ke Kantor Airlangga, Ada Apa?


Most Popular
Features