Purbaya Minta Bea Cukai Kerja 24 Jam, Target Kontainer Numpuk Sisa 500

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Sabtu, 06/06/2026 14:45 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa meminta jajaran Bea dan Cukai meningkatkan pelayanan hingga 24 jam sehari dengan beberapa shift untuk mengurai penumpukan ribuan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

Instruksi itu diberikan setelah Purbaya menemukan jumlah kontainer yang mengendap di pelabuhan masih jauh di atas kondisi normal. Saat ini, jumlahnya memang mulai berkurang dari sekitar 3.000 unit menjadi 2.500 unit, namun angka tersebut masih lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan level normal sekitar 500 unit.


"Kalau masalahnya peningkatan jumlah barang masuk sehingga prosesnya lambat di sini, saya minta untuk tambah personel lagi. Jadi mereka harus kerja 24 jam dengan dua shift atau lebih sampai nanti jumlah antrean turun ke level normal, sekitar 500," kata Purbaya usai meninjau Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).

Purbaya bilang, penyebab penumpukan adalah meningkatnya volume barang impor yang masuk ke pelabuhan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat proses pelayanan dan pengeluaran barang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

Pemerintah, kata ia, akan memperkuat sumber daya di lapangan agar proses pemeriksaan dan pengeluaran barang dapat dipercepat. Purbaya bahkan membuka kemungkinan mendatangkan tambahan personel dari kantor Bea dan Cukai di daerah lain jika diperlukan.

"Kalau kurang-kurang saya akan nambah orang di sini. Kalau kurang-kurang di Jakarta saya impor dari Surabaya, Medan, Semarang, atau Bandung," ujarnya.

Selain lonjakan arus barang, Purbaya juga menemukan adanya barang yang sebenarnya telah selesai proses administrasinya namun tidak segera diambil.

Purbaya bersama jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga berkeliling mengecek area penumpukan kontainer. Ia sempat melihat sejumlah komoditas yang berada di pelabuhan seperti bahan baku industri, blender, matras, karet hingga kulit.

Purbaya menegaskan pemerintah ingin menjaga kelancaran logistik nasional di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi. Menurutnya, pelabuhan harus mampu mengimbangi pertumbuhan arus barang agar tidak mengganggu pasokan bahan baku maupun distribusi ke sektor industri.

"Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal," kata Menkeu.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan jumlah kontainer yang sempat menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai sekitar 3.200 unit. Pemerintah kini menargetkan angka tersebut dapat ditekan kembali ke level normal sekitar 500 unit.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Temui Prabowo, Purbaya Bawa Daftar 10 Eksportir Under Invoicing