Internasional

Trump Siap Temui Pemimpin Tertinggi Iran Demi Akhiri Perang

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 05/06/2026 22:00 WIB
Foto: Foto kolase Presiden AS, Donald Trump, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya akan merasa terhormat untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Langkah mengejutkan ini diambil di tengah upaya untuk menyepakati perjanjian besar guna mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah menyeret stabilitas global hingga memasuki bulan keempat.

Mengutip CNBC International, Jumat (5/6/2026), Trump menegaskan kesediaannya tersebut saat menjawab pertanyaan dari para wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, setelah dirinya memberikan pengumuman resmi terkait komoditas batu bara. Trump menyatakan ia membuka peluang penuh untuk bertatap muka secara langsung dengan pemimpin Teheran tersebut jika kesepakatan damai berhasil dicapai.

"Jika kita membuat kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu. Saya tidak keberatan dengan hal itu," ujar Trump di hadapan media.


Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru di Iran setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas terbunuh pada hari pertama pertempuran sengit meletus. Meskipun serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan ayah serta anggota keluarga Khamenei lainnya, Trump secara mengejutkan mengaku tetap berekspektasi bahwa sang pemimpin baru Iran akan bersikap profesional.

"Di beberapa kalangan, dia sebenarnya memiliki reputasi yang sangat baik," tambah Trump lagi.

Hingga saat ini, sinyal yang beragam terus bermunculan dari meja negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang, di mana konflik tersebut telah mengacaukan pasar global serta memicu lonjakan hebat pada harga minyak bumi dan bensin. Terlebih lagi, Iran telah menutup sebagian besar Selat Hormuz sejak awal perang, padahal jalur pelayaran kritis tersebut mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia.

Berdasarkan data dari Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) pada hari Kamis, harga bensin di Amerika Serikat rata-rata melonjak mencapai sekitar US$ 4,24 (Rp 76.320) per galon secara nasional. Di sisi lain, eskalasi konflik berdarah ini dilaporkan telah berada dalam kondisi gencatan senjata yang sangat rapuh selama beberapa minggu terakhir.

Dalam perundingan tersebut, pihak Amerika Serikat menuntut agar Iran menyetujui perjanjian untuk tidak akan pernah memproduksi atau memiliki senjata nuklir, serta segera membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur pelayaran internasional. Sementara itu, pihak Iran menuntut diakhirinya permusuhan dengan segera di berbagai lini pertempuran dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan blokade angkatan lautnya di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ketegangan sempat memuncak kembali setelah media pemerintah Iran pada hari Senin menyatakan bahwa tim negosiator Iran akan menghentikan seluruh proses perundingan dan menutup total Selat Hormuz. Namun situasi kembali berubah drastis pada hari Rabu, setelah Trump secara sepihak mengklaim bahwa Iran sebenarnya telah melunak dan setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Acuhkan Ancaman Iran, Negosiasi Damai di Ujung Tanduk