8 Photos
Momen Haru Usai 1.758 ASN Komcad Beres 45 Hari Latihan Dasar Militer
1.758 ASN dari 49 kementerian/lembaga resmi menutup Latsarmil Komcad di Halim. Suasana haru mewarnai reuni peserta dengan keluarga usai 45 hari pelatihan.
Anggota Komponen Cadangan (Komcad) mengikuti Upacara Penutupan Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Upacara diikuti sebanyak 1.758 peserta Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad) aparatur sipil negara (ASN) Kementerian dan Lembaga Gelombang I yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kekuatan bela negara. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Dari total 1.758 peserta Latsarmil Komcad Gelombang I tersebut merupakan ASN dari 49 kementerian/lembaga. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pantauan di lokasi, keluarga ASN peserta Latsarmil Komcad hadir langsung pada upacara tersebut untuk menjemuput. Salah satu ASN peserta Latsarmil Komcad dari lembaga Pusdikes langsung memeluk istri dan anak usai upacara selesai di laksanan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Terlihat juga tangis dari seorang ASN sambil memeluk ayahnya sebagai pelepas rindu setelah 1,5 bulan atau 45 hari secara intensif mengikuti Latsarmil Komcad. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
MenPAN-RB Rini Widyantini dan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto yang hadir di lokasi memberikan selamat secara langsung kepada para ASN yang telah selesai mengikuti Latsarmil Komcad gelombang I. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Para ASN tersebut juga sebelumnya telah disumpah menjadi Komcad pada Rabu (3/6) lalu. Menpan RB Rini Widyantini yang menjadi inspektur upacara mengatakan latihan Komcad relevan dengan pekerjaan ASN. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema secara resmi menetapkan Komcad ASN sebagai bagian dari sumber daya pertahanan negara yang dipersiapkan untuk memperkuat sistem pertahanan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kabacadnas menegaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis global yang dinamis menimbulkan ancaman multidimensi, mulai dari serangan siber, hoaks, krisis ekonomi, radikalisme, konflik sosial hingga bencana alam. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
source on Google