Ada BBM Baru B50, RI Bisa Hemat Devisa Hingga Rp157,28 T di Akhir 2026

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 18:45 WIB
Foto: Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sambil memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama acara pengujian B50, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal sebagai B50, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi risiko yang timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperhitungkan penghematan devisa negara mencapai Rp 157,28 triliun pada akhir tahun 2026 melalui rencana mandatori biodiesel 50% (B50). Nantinya, peningkatan campuran B50 dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar akan diikuti dengan penyesuaian total alokasi volume biodiesel nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah tengah merampungkan regulasi agar kebijakan tersebut dapat segera diimplementasikan secara serentak di berbagai sektor mulai Juli mendatang.

"Dan untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50% ini, maka penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp 157,28 triliun dan peningkatan nilai tambah CPO juga merambah naik menjadi Rp 24,68 triliun," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).


Pemerintah mencatat adanya kenaikan target penyaluran seiring dengan transisi dari program B40 yang saat ini diterapkan menuju B50. Alokasi biodiesel untuk tahun 2026 dipatok sebesar 15,64 juta kiloliter (KL), dengan kebijakan baru pada 1 Juli 2026 mendatang porsi volume tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 17,60 juta KL hingga akhir tahun.

"Di sini kita memprediksi total awal untuk serapan dari B40 sampai dengan Desember tadinya kita terbitkan 15,64 juta kl. Dan ini proyeksi untuk total alokasi sampai dengan Desember nanti sedikit naik jadi menjadi 17,60 juta kl yang akan nanti dikeluarkan di keputusan menteri," kata Eniya.

Terkait skema penyalurannya, pemerintah memastikan skema pemberian insentif tetap ada sama seperti kebijakan yang berlaku saat ini. Dukungan insentif hanya diberikan untuk penyaluran di sektor Public Service Obligation (PSO), sementara untuk sektor non-PSO akan dilepas mengikuti mekanisme harga pasar.

"Alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja," imbuhnya.

Implementasi B50 ini juga diproyeksikan memberikan dampak sosial yang luas melalui penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 2,2 juta orang. Dari sisi lingkungan, peningkatan bauran energi terbarukan ini ditargetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 sepanjang tahun 2026.

"Manfaat mandatori biodiesel telah kita ketahui bahwa biodiesel 40% itu sudah dilakukan sejak tahun 2025 lalu dan ini menghasilkan total realisasi di tahun 2025 adalah sebesar 14,94 juta kl, capaiannya 95,67% terserap untuk sektor PSO dan non-PSO," tandasnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Peremajaan Sawit Terkendala & B50 Dimulai, Ekspor CPO Terancam?