MARKET DATA

Instruksi Menu MBG dari Prabowo: 1 Ayam Dipotong 14, Dosa!

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
04 June 2026 07:25
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, (3/6/2026). (Biro Pers Pre
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, (3/6/2026). (Biro Pers Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memperikan instruksi mengenai menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan kepada 12.000 penggerak dan mitra MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Saat itu, Prabowo tiba-tiba meminta contoh potongan ayam yang disajikan di piring untuk dicontohkan di atas panggung. Kemudian juga meminta ada 10 perwakilan dari SPPG untuk naik ke atas panggung untuk membawakan contoh menu ayam tersebut.

Para perwakilan dari SPPG pun berlomba-lomba untuk naik ke atas panggung, bahkan beberapa menyempatkan diri bersalaman terlebih dahulu dengan Prabowo.

"Yang kiri adalah ayam dipotong 14, yang kanan 8," kata Prabowo.

Saat itu Prabowo ingin menunjukkan bahwa SPPG harus memberikan potongan ayam yang besar saat penyajian kepada anak sekolah. Untuk itu dia mencontohkan potongan yang pas untuk pemenuhan gizi anak-anak.

"Kalau potong lebih dari 14 dosa. Dosa! Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa betul?" katanya.

"Nanti saya minta Mendikdasmen minta kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor. Ayaman kecil atau besar," katanya.

Kemudian Prabowo juga meminta kepada kepada pemilik SPPG untuk tidak memasak telur secara dadar untuk disajikan dalam program MBG.

"Mitra-mitra, yang kedua, telur jangan dibikin dadar," katanya.

Saat itu, para mitra yang naik di atas panggung menyetujui hal itu. Prabowo pun melontarkan candaan, bahwa dulu masih ada SPPG yang memasak telur secara di dadar.

"Ini ada emak di belakang 'enggak pak' sekarang enggak, berarti kemarin iya ya?" katanya.

Menurut Prabowo, jika telur dimasak secara dadar, maka bisa dicampur bahan lain supaya bisa mengurangi kuantitas yang disajikan. Dia menjelaskan adanya temuan penambahan tepung yang lebih banyak dari jumlah telurnya.

Untuk itu, dia memerintahkan kepada mitra SPPG untuk memasak telur untuk secara utuh ataupun ceplok.

"Jadi telur harus utuh ceplok atau rebus. Betul ya? Mendikdasmen, kepala sekolah, guru, yakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur apa itu orak arik ya. Harus ceplok dan bulat, dan dikupas juga kulitnya," kata Prabowo.

(emy/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article KSP Dudung Benarkan Dugaan Jual Beli SPPG Pemicu Pencopotan Dadan BGN


Most Popular
Features