Internasional

Kiamat Sudah Dekat? AS Mau Sebar Bom Nuklir Depan Rusia

tps, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 09:22 WIB
Foto: Pekerja membongkar kiriman bantuan militer yang dikirim sebagai bagian dari bantuan keamanan Amerika Serikat ke Ukraina di bandara Boryspil, di luar Kyiv, Ukraina, Selasa (25/1/2022). (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memperluas pengaturan penempatan senjata nuklir miliknya dengan mencakup lebih banyak negara anggota NATO di Eropa, di mana langkah strategis ini berpotensi besar mendongkrak kinerja emiten-emiten pertahanan global.

Dilansir CNBC International, pembahasan mengenai ekspansi nuklir ini dikabarkan bakal melibatkan negara-negara anggota NATO yang berada di sisi timur Eropa. Tiga orang sumber yang telah menerima pengarahan mengenai diskusi yang sangat rahasia tersebut mengungkapkan bahwa negara-negara di sayap timur, seperti Polandia dan beberapa negara Baltik, kemungkinan besar tertarik untuk menampung pesawat pengebom berkemampuan nuklir tersebut, terlebih setelah Presiden Donald Trump pada bulan lalu berjanji akan mengirimkan ribuan tentara baru ke sana.

Potensi perluasan penempatan senjata pemusnah massal ini mencuat di saat Gedung Putih berencana untuk mengurangi dukungan militer konvensionalnya kepada aliansi tersebut. Di sisi lain, Eropa juga tengah berupaya keras mengurangi ketergantungannya pada Washington dengan cara mendongkrak pengeluaran pertahanan mereka di tengah kekhawatiran atas komitmen Amerika Serikat terhadap pakta keamanan bersama ini.


Saat ini terdapat enam negara anggota NATO, yaitu Inggris, Jerman, Italia, Belanda, Belgia, dan Turki, yang menjadi bagian dari pengaturan berbagi senjata nuklir aliansi tersebut, di mana mereka telah disetujui untuk menampung pesawat berkemampuan ganda milik Amerika Serikat yang mampu menyebarkan rudal nuklir. Namun, kelompok ini sekarang berpotensi diperluas ke negara-negara tambahan di Eropa seiring dengan kawasan tersebut yang terus menggenjot anggaran militer mereka.

Merespons kabar sensitif tersebut, otoritas aliansi menyatakan bahwa pihaknya selalu memantau situasi keamanan global dari waktu ke waktu. Seorang pejabat NATO menegaskan langkah adaptasi yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

"NATO terus memantau lingkungan keamanan dan beradaptasi sesuai kebutuhan," ujar pejabat tersebut pada Selasa, (2/6/2026) waktu setempat.

Pejabat itu juga menambahkan bahwa evaluasi ini bukan merupakan respons mendadak atas kebijakan terbaru dari Amerika Serikat.

"Upaya untuk menilai dan berpotensi mengadaptasi postur pencegahan nuklir NATO telah berlangsung selama beberapa tahun dan tidak terkait dengan keputusan apapun yang diambil oleh Amerika Serikat untuk menyesuaikan postur konvensionalnya di Eropa," tambah pejabat itu.

Di sisi lain, wacana geopolitik ini diproyeksi menjadi angin segar bagi industri militer Barat. Kepala Pasar di AJ Bell, Dan Coatsworth, menilai bahwa pengerahan nuklir yang lebih besar di Eropa akan membutuhkan lebih banyak pesawat berkemampuan ganda seperti jet tempur F-35, yang mampu membawa senjata nuklir maupun konvensional.

Coatsworth menjelaskan bahwa Inggris merupakan pemain utama dalam rantai pasok global untuk jet-jet tempur ini, yang melibatkan nama-nama besar seperti BAE Systems, Cobham, Qinetiq, dan Rolls-Royce. Selain di Inggris, korporasi raksasa lain yang terlibat dalam manufaktur jet F-35 mencakup Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan RTX.

Melalui sebuah pesan elektronik, Coatsworth menjabarkan betapa besarnya potensi keuntungan komersial dari proyek persenjataan masif ini.

"Pesawat-pesawat ini memakan biaya yang sangat signifikan hanya untuk bisa mengudara, dan jauh lebih besar lagi ketika Anda memperhitungkan pemeliharaan yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, peningkatan pengerahan senjata nuklir di Eropa dapat menciptakan peluang pendapatan yang besar bagi banyak perusahaan dan menghasilkan banyak lapangan kerja baru," kata Coatsworth.

Ketegangan geopolitik di kawasan ini memang kian memanas dalam beberapa waktu terakhir. Kepala NATO, Mark Rutte, pada pekan lalu telah berjanji untuk memperkuat kesiapan aliansi guna menangkal dan mempertahankan diri dari ancaman apa pun setelah pesawat tanpa awak milik Rusia menghantam sebuah blok apartemen di Rumania, yang merupakan anggota NATO dan Uni Eropa.

Melalui sebuah unggahan di media sosial X, Rutte menegaskan posisi tegas aliansi dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.

"NATO siap mempertahankan setiap jengkal wilayah Sekutu," tulis Rutte sembari menyebut perilaku Rusia sangat sembrono dan menjadi bahaya bagi semua pihak.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ukraina Sebut Perang dengan Rusia Selesai Sebelum Musim Dingin