Surplus April 2026 Terendah Dalam 6 Tahun, RI Makin Tekor Dengan China

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 14:15 WIB
Foto: REUTERS/Fabian Bimmer

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 yang sebesar US$ 90 juta merupakan catatan terendah dalam enam tahun terakhir atau selama periode 72 bulan.

Surplus neraca perdagangan itu pun sudah merosot dalam bila dibandingkan dengan catatan per Maret 2026 sebesar US$ 3,32 miliar, dan bila dibanding catatan per April 2025 surplusnya juga masih rendah, padahal saat itu tercatat sebesar US$ 160 juta.

"Surplus sebesar US$ 0,09 miliar ini adalah surplus terendah selama 72 bulan terakhir," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).


Kondisi ini membuat surplus neraca perdagangan Indonesia selama tahun berjalan, yakni Januari-April 2026 hanya sebesar US$ 5,64 miliar. Jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 11,07 miliar.

Bila merujuk berdasarkan negara penyumbang surplus terbesar, di antaranya berasal dari Amerika Serikat dengan nilai US$ 6,81 miliar, India US$ 4,44 miliar, serta Filipina US$ 2,77 miliar.

"Komoditas penyumbang surplus non migas terbesar yang pertama ialah untuk negara Amerika Serikat, didorong komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya," tegas Pudji.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia tekor atau defisit pada April 2026 dengan China sebesar US$ 8,03 miliar, Australia US$ 3,05 miliar, dan Argentina US$ 730 juta.

"Defisit dengan Tiongkok pada Januari-April 2026 US$ 7,59 miliar, ini lebih dalam defisitnya kalau dibanding Januari-April 2025 yang mencapai US$ 6,28 miliar," ucap Pudji.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 10 Provinsi Pengangguran Tertinggi - Harga Minyak Mendidih