MARKET DATA

Surplus April 2026 Terendah Dalam 5 Tahun, RI Makin Tekor Dengan China

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
02 June 2026 14:15
FILE PHOTO: Cars and containers are pictured at a shipping terminal in the harbour of the German northern town of Bremerhaven, Germany, late October 8, 2012. REUTERS/Fabian Bimmer/File Photo
Foto: REUTERS/Fabian Bimmer

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 yang sebesar US$ 90 juta merupakan catatan terendah dalam lima tahun terakhir atau selama periode 72 bulan.

Surplus neraca perdagangan itu pun sudah merosot dalam bila dibandingkan dengan catatan per Maret 2026 sebesar US$ 3,32 miliar, dan bila dibanding catatan per April 2025 surplusnya juga masih rendah, padahal saat itu tercatat sebesar US$ 160 juta.

"Surplus sebesar US$ 0,09 miliar ini adalah surplus terendah selama 72 bulan terakhir," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Kondisi ini membuat surplus neraca perdagangan Indonesia selama tahun berjalan, yakni Januari-April 2026 hanya sebesar US$ 5,64 miliar. Jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 11,07 miliar.

Bila merujuk berdasarkan negara penyumbang surplus terbesar, di antaranya berasal dari Amerika Serikat dengan nilai US$ 6,81 miliar, India US$ 4,44 miliar, serta Filipina US$ 2,77 miliar.

"Komoditas penyumbang surplus non migas terbesar yang pertama ialah untuk negara Amerika Serikat, didorong komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya," tegas Pudji.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia tekor atau defisit pada April 2026 dengan China sebesar US$ 8,03 miliar, Australia US$ 3,05 miliar, dan Argentina US$ 730 juta.

"Defisit dengan Tiongkok pada Januari-April 2026 US$ 7,59 miliar, ini lebih dalam defisitnya kalau dibanding Januari-April 2025 yang mencapai US$ 6,28 miliar," ucap Pudji.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Cetak Surplus Dagang 71 Bulan Beruntun, Ini Sebabnya!


Most Popular
Features