Bikin Transformasi Ekonomi RI, Prabowo Tak Gentar Hadapi Rintangan

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 01/06/2026 11:43 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengakui agenda transformasi ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah tidak akan berlangsung mudah. Berbagai perubahan mendasar yang dilakukan diperkirakan akan menghadapi tantangan dari banyak pihak.

Prabowo menilai transformasi ekonomi menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi. Menurutnya Indonesia harus bergerak menuju sistem ekonomi yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kepentingan nasional.

"Karena itulah saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia kedelapan, adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita," kata Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).


Transformasinya meliputi berbagai sektor strategis, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, pembangunan ekonomi desa, hingga perbaikan tata kelola pemerintahan.

"Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Namun demikian, Prabowo tidak menutup mata terhadap berbagai hambatan yang berpotensi muncul. Perbaikan tata kelola dan upaya menutup kebocoran ekonomi berpotensi menimbulkan penolakan dari kelompok tertentu. Meski demikian, pemerintah menyatakan akan tetap menjalankan agenda reformasi tersebut.

"Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan. Kita akan menghadapi tantangan," ujarnya.

Pemerintah juga harus siap menghadapi praktik-praktik ekonomi yang selama ini merugikan negara. Karena itu, pengawasan dan penegakan aturan akan terus diperkuat.

"Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," sebut Prabowo.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Tinjau Pengelolaan Sampah Hingga Proyek Hilirisasi