5 Makanan Ini Bisa Rusak Ginjal, Banyak Dikonsumsi Warga RI

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Sabtu, 30/05/2026 10:45 WIB
Foto: Foto diambil pada 1 Juni 2023 dan dirilis oleh Angkatan Darat Sri Lanka pada 14 Juni 2023 menunjukkan seorang petugas medis militer mengukur batu ginjal yang dikeluarkan dari seorang pensiunan tentara yang beratnya 801 gram (28,25 ons) dan berukuran 13,37 sentimeter (5,26 inci). (AFP/-)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ginjal menjadi organ vital yang berperan penting dalam menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ketika fungsi ginjal mulai menurun, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul dan berdampak pada metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal adalah memperhatikan pola konsumsi sehari-hari. Pasalnya, sejumlah makanan dan minuman yang umum dikonsumsi masyarakat ternyata dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal apabila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.


Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, hingga makanan ultra-olahan disebut dapat membebani kerja ginjal. Jika terus berlangsung, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan ginjal kronis hingga gagal ginjal.

Berikut daftar makanan dan minuman yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan ginjal, melansir Times of India.

1. Keripik dan ciki

Makanan olahan dalam kemasan seperti keripik dan ciki memiliki kandungan garam yang tinggi. Garam adalah musuh publik nomor pertama dalam hal kesehatan ginjal.

Makanan tinggi garam, terutama garam tak terlihat yang tersembunyi dalam makanan beku, keripik, kerupuk, daging olahan (seperti kalkun deli, bacon), makanan restoran, bahkan saus dan dressing salad sangat tidak direkomedasikan oleh ahli kesehatan. Terlalu banyak natrium membuat ginjal menahan air, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat kerusakan ginjal.

2. Minuman manis & soda

Tak hanya berkontribusi terhadap obesitas dan diabetes (pembunuh ginjal utama), minuman soda juga menimbulkan dampak buruk ganda, yaitu kandungan fosfor yang tinggi, yang tidak dapat diproses dengan baik oleh ginjal yang lemah. Kelebihan fosfor dapat merusak pembuluh darah dan tulang.

3. Mi instan

Burger, kentang goreng, pizza, dan mi instan adalah tiga serangkai masalah yakni sarat natrium, lemak jenuh, dan seringkali sangat tinggi fosfor dan kalium (mineral lain yang dapat menumpuk dalam darah jika ginjal tidak sehat).

4. Makanan hewani

Mengonsumsi banyak daging merah, unggas, telur, dan keju akan membebani tubuh Anda dengan protein yang perlu disaring oleh ginjal. Seiring waktu, kelebihan protein membuat ginjal bekerja lebih keras, yang akan sangat sulit jika Anda sudah memiliki faktor risiko ginjal atau penyakit ginjal kronis stadium awal. Anda membutuhkan protein, tetapi tidak lebih dari yang dapat digunakan tubuh Anda.

5. Makanan Ultra-Olahan

Apa pun yang dikemas dalam kotak, kantong plastik, atau siap dalam hitungan menit kemungkinan mengandung campuran natrium, fosfor, lemak tidak sehat, dan produk akhir glikasi lanjut (AGEs)-zat kimia yang terbentuk selama pemasakan suhu tinggi dan dikaitkan dengan kerusakan ginjal dalam berbagai penelitian.

Semakin banyak makanan ultra-olahan yang Anda konsumsi, maka semakin tinggi risiko Anda terkena masalah ginjal meskipun Anda sehat-sehat saja.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Ahmad Luthfi Berantas Warga Miskin-Majukan Kampung Nelayan