5,23 Juta ASN Belum Punya Rumah Sendiri, Dapat KPR Tenor 30 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrulloh resmi mengusung program "Perumahan ASN" untuk menyediakan rumah terjangkau bagi para aparatur sipil negara, termasuk PNS maupun PPPK.
Zudan mengatakan, program yang melibatkan PT Bank Tabungan Negara (BTN) ini menjadi langkah strategis Korpri dalam menjawab kebutuhan dasar ASN, khususnya kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau.
Ia menilai kesejahteraan ASN tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pegawai, tetapi juga berpengaruh terhadap integritas dan kualitas pelayanan publik.
"ASN harus tenang memiliki hunian agar dapat bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. Karena itu KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan ASN melalui program yang konkret dan berkelanjutan," ujarnya melalui siaran pers, dikutip Jumat (29/5/2026).
Menurut Zudan, program ini menjadi penting bagi para ASN karena persentase abdi negara yang belum memiliki rumah masih cukup besar dibandingkan yang sudah memiliki hunian.
Ia mengatakan, dari total sekitar 6,7 juta ASN saat ini di Indonesia, tercatat baru 22% ASN yang memiliki rumah sendiri atau setara 1,47 juta ASN. Dengan demikian, ASN yang belum memiliki rumah sendiri setara 78% atau setara 5,23 juta.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Korpri menggandeng BTN dalam penyediaan dan pembiayaan perumahan ASN, termasuk skema pembiayaan dengan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 30 tahun. Program ini sendiri dirancang untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah bagi ASN.
Direktur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu, menyampaikan bahwa ASN merupakan segmen strategis dalam sektor pembiayaan perumahan nasional.
BTN bersama Korpri ia akui berencana menyiapkan skema pembiayaan khusus, termasuk program penyediaan dan pembiayaan perumahan non-subsidi dengan tenor KPR hingga 30 tahun.
"Kami ingin memberikan kepastian hunian bagi ASN melalui kebijakan pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau," ujar Nixon.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]