Internasional

Netanyahu Sebut Negara Ini "Cintanya Luar Biasa" ke Israel, Siapa?

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 29/05/2026 15:40 WIB
Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi upacara penyambutan kenegaraan di Bandara Internasional Ben Gurion di Lod, dekat Tel Aviv, Israel, 25 Februari 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/GPO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji hubungan erat negaranya dengan India. Ia menyebut New Delhi memiliki "cinta yang luar biasa" terhadap Israel.

Netanyahu mengatakan Israel saat ini menghadapi tantangan besar berupa "delegitimasi" di berbagai negara di dunia. Namun, menurut dia, situasi tersebut tidak terjadi di India.


"Israel menghadapi masalah delegitimasi di dunia, tetapi tidak di India," ujar Netanyahu dalam Konferensi Lembah Yordania pada Kamis waktu setempat, dikutip Jumat (29/5/2026).

Ia juga menyebut India sebagai salah satu pendukung terkuat Israel dan menilai hubungan kedua negara sangat unik. Netanyahu bahkan menggambarkan India sebagai "sekutu Asia" bagi negara Yahudi tersebut.

Hubungan diplomatik India dan Israel resmi dibuka pada 1992. Namun, India sebenarnya telah mengakui Israel sejak 1950, tidak lama setelah negara itu berdiri.

PM India Narendra Modi sebelumnya juga menekankan kedekatan historis kedua negara. Menurut Modi, hubungan India dan komunitas Yahudi telah terjalin selama ribuan tahun melalui jalur perdagangan laut yang menghubungkan Laut Mediterania dan Samudra Hindia.

Saat ini, India menjadi mitra dagang terbesar kedua Israel di Asia. Berdasarkan data Kedutaan Besar India di Israel, nilai perdagangan bilateral kedua negara, di luar kontrak pertahanan, mencapai US$10,77 miliar pada periode 2022-2023.

Dalam kunjungannya ke Israel pada Februari lalu, Modi memuji "kemitraan pertahanan yang kuat" antara kedua negara. Ia juga mengatakan India dan Israel tengah menggarap "Perjanjian Perdagangan Bebas yang ambisius".

Media setempat melaporkan India telah menandatangani kesepakatan pembelian senjata dari Israel senilai US$8,6 miliar sepanjang tahun ini. Netanyahu juga menyampaikan terima kasih kepada India karena dinilai berdiri di pihak Israel setelah serangan Hamas pada 2023 lalu.

Meski demikian, New Delhi sempat menyampaikan kekhawatiran setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan aksi militer terhadap Iran pada awal tahun ini. Dalam pertemuannya dengan Netanyahu pada Maret lalu, Modi menyerukan "penghentian permusuhan sesegera mungkin."

"Keselamatan warga sipil harus tetap menjadi prioritas utama," kata Modi.

Israel sendiri terus menghadapi sorotan internasional terkait operasi militernya di Gaza yang dimulai setelah serangan Hamas pada 2023. Sejumlah pihak menuding operasi tersebut sebagai tindakan genosida terhadap warga Palestina, tuduhan yang dibantah oleh Israel.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Netanyahu Akui Militer Israel Cegat Armada Flotilla Menuju Gaza