Netanyahu Rugi Bandar karena Perang Iran, Segera Lengser Sebentar Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Presiden Sementara Israel, Avraham Burg, menilai Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu tidak meraih keuntungan politik dari konflik dengan Iran. Ia bahkan menilai Netanyahu justru berpotensi mengalami kerugian besar.
Dalam wawancara dengan program Going Underground, Burg menyebut perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memperlihatkan perbedaan kepentingan yang tajam antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. Menurut dia, Trump memiliki kepentingan untuk segera mengakhiri konflik agar tidak berdampak pada agenda politik domestik, khususnya menjelang pemilu paruh waktu di AS.
"Seharusnya ini menjadi proses yang sangat singkat," ujar Burg, seperti dikutip RT, Rabu (15/4/2026).
Sebenarnya, Netanyahu memang berkepentingan memperpanjang konflik demi keuntungan politik dalam negeri. Burg menyebut, situasi perang biasanya membuat masyarakat Israel bersatu mendukung pemerintah.
"Dia harus memperpanjangnya selama mungkin karena ingin memasuki pemilu dalam keadaan perang," kata Burg.
Namun, strategi tersebut dinilai tidak berjalan sesuai rencana apalagi di perang Iran. Burg menegaskan bahwa hingga saat ini Netanyahu tidak mendapatkan keuntungan politik dari konflik tersebut.
"Untuk saat ini, Netanyahu tidak mendapatkan keuntungan politik apa pun dari kampanye ini. Ia mungkin telah kehilangan banyak hal," ujarnya.
Ia bahkan memprediksi hasil pemilu legislatif Israel berikutnya akan menjadi pukulan bagi Netanyahu. Dikatakannya bahwa rakyat Israel mulai muak dengan manipulasi, trik, dan ketahanan kekuasaannya.
"Ini bisa menjadi bulan-bulan terakhir pemerintahannya," kata Burg.
Lebih lanjut, Burg juga menepis anggapan bahwa Iran merupakan ancaman eksistensial bagi Israel. Menurutnya, ketegangan antara kedua negara masih dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.
"Iran bukan ancaman eksistensial. Ini masalah nyata yang bisa diatasi lewat diplomasi, perjanjian, dan keseimbangan baru," ujarnya.
Terkait gencatan senjata, Burg menyebut langkah sepihak Trump sebagai bentuk "perceraian" antara Washington dan Yerusalem. Ia menilai, dalam konflik ini justru Iran yang keluar sebagai pihak yang diuntungkan.
"Iran memang terkena pukulan sangat keras, tetapi mereka tetap bertahan, dan karena itu menang," kata Burg.
(tfa/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]