RI Negara Pertama yang Bakal Pakai CNG 3 Kg Untuk Bahan Bakar Masak

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Jumat, 29/05/2026 13:10 WIB
Foto: Petugas memeriksa tekanan volume Compressed Natural Gas (CNG) di rumah makan (Resto) yang berada di Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) sebagai pengganti LPG 3 kg. Jika rencana tersebut terwujud, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan penggunaan CNG dalam tabung 3 kg untuk keperluan memasak.

Dirjen Migas Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan peta jalan agar peralihan tersebut dapat berjalan dengan aman dan efisien bagi rumah tangga. Nantinya, tabung CNG 3 kg akan menggunakan teknologi tabung Tipe 4 yang berbahan serat fiber.

"(CNG 3 kg) pertama kali (di dunia) memang tantangannya banyak seperti kata Pak Menteri tadi tapi kan kita nggak akan pernah berhasil kalau nggak pernah menghadapi tantangannya itu," ujarnya dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (29/5/2026).


Pemerintah menargetkan penggunaan tabung Tipe 4 lantaran memiliki bobot yang sangat ringan dan kuat untuk menampung tekanan gas tinggi. Selama ini, teknologi serupa di tingkat global baru diaplikasikan untuk ukuran yang setara dengan LPG 12 kg ke atas.

"Jadi tabung ini kan kita bikin tipe 4 ini memang belum ada di dunia untuk menggantikan untuk setara LPG 3 kilo ya yang ada yang setara LPG 12 kilo yang sudah dipakai sekarang ke atas itu baru dipakai ya," kata Laode.

Selain faktor teknologi, transisi dari LPG ke CNG diproyeksikan mampu mengurangi beban subsidi energi nasional sekitar 30 hingga 40%. Hal tersebut dimungkinkan karena CNG menggunakan komponen gas alam dari dalam negeri, berbeda dengan LPG yang porsi impornya masih mencapai 7 juta ton per tahun.

"Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya masih tetap diperlukan adanya subsidi tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30 sampai 40% karena proses efisiensinya kita CNG ini yang punya kita sendiri dibanding dengan kita harus impor," tambahnya.

Soal operasional harian, pemerintah menjamin bahwa masyarakat tidak perlu melakukan modifikasi besar-besaran untuk beralih ke energi baru ini. Sistem katup atau valve pada tabung CNG dirancang khusus agar serasi dengan peralatan memasak yang sudah dimiliki warga saat ini.

"Ide awalnya itu harus sama sama LPG 3 kilo nggak boleh berbeda nanti kalau berbeda ibu-ibunya merasa keberatan nanti. Masyarakat tidak perlu mengganti kompor," tandasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: ESDM Ungkap 100 Ribu Tabung CNG 3 Kg Siap Diimpor dari China