MARKET DATA

Pemerintah Siapkan BLU Tampung Minyak Impor Rusia, Ini Alasannya

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
26 May 2026 10:50
A view shows oil tanks of Transneft oil pipeline operator at the crude oil terminal Kozmino on the shore of Nakhodka Bay near the port city of Nakhodka, Russia August 12, 2022. REUTERS/Tatiana Meel
Foto: Mangki minyak operator pipa minyak Transneft di terminal minyak mentah Kozmino di pantai Teluk Nakhodka dekat kota pelabuhan Nakhodka, Rusia. (REUTERS/Tatiana Meel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan payung regulasi untuk membentuk Badan Layanan Umum (BLU) sebagai pengelola impor minyak mentah (crude) dari Rusia. Hal ini guna memberikan fleksibilitas impor sekaligus mengantisipasi perbedaan spesifikasi dari berbagai sumber pasokan global.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan aturan setingkat Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengatur mekanisme impor, salah satunya impor melalui BLU.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah kini memiliki pilihan untuk menugaskan badan usaha milik negara (BUMN) maupun lembaga BLU dalam mengeksekusi komitmen belanja minyak internasional.

"Jadi untuk impor minyak dari Rusia, ini kan mekanismenya ini kan kita harus tentukan terlebih dahulu. Jadi untuk mekanismenya ini kita sudah ada Perpres 26 Tahun 2026 di mana untuk impor itu bisa dilakukan langsung oleh teman-teman yang dari BUMN dalam hal ini Pertamina, dan juga bisa dilakukan oleh BLU," beber Yuliot saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).

Persiapan aturan khusus impor minyak dari Rusia dinilai penting mengingat karakteristik minyak mentah yang didatangkan dari Rusia memiliki perbedaan dibandingkan pasokan dari Timur Tengah atau Amerika Serikat (AS).

Pemerintah berupaya memastikan berbagai aspek, mulai dari kualitas hingga fluktuasi harga hingga memiliki landasan hukum yang kuat untuk menghindari kendala regulasi nantinya.

"Ini kan bisa terjadi perbedaan, itu yang pertama dari sisi kualitas minyaknya, kemudian waktu pengiriman, lokasi, dan juga harga itu kan juga fluktuatif. Jadi pada saat ini jangan menjadi persoalan hukum di belakang hari, itu juga diatur dalam Perpres," katanya.

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan kajian perihal efektivitas pemilihan instrumen pengelola impor tersebut. "(Melalui) BUMN dan BLU, dua-duanya diatur," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pembentukan BLU khusus ini dilakukan karena PT Pertamina (Persero) terikat dengan obligasi global atau global bond dalam perdagangan minyak. Sehingga, pemerintah mencari skema yang dinilai ideal agar impor minyak Rusia tidak menimbulkan pelanggaran, salah satunya melalui skema Badan Layanan Umum (BLU).

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan pihaknya telah melakukan diskusi langsung dengan tim dari Rusia guna membahas mekanisme implementasi impor minyak tersebut.

"Kami ada sesi diskusi langsung dengan tim Rusia dalam hal ini menindaklanjuti akan seperti apa? karena sudah beredar di media, mereka berikan masukan seperti mekanisme dalam implementasinya yang nanti seperti apa," kata Hendra dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, dari sisi Indonesia saat ini pemerintah telah menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penunjukan BLU sebagai skema pelaksana impor minyak Rusia.

Regulasi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui aturan turunan berupa Peraturan Menteri (Permen) maupun Keputusan Menteri (Kepmen).

"Kami udah menyiapkan Perpres tentang penunjukan BLU dan kemudian ini akan digodok terus tindaklanjutnya mekanisme dalam bentuk Permen atau Kepmen yang masih diperbincangkan saat ini karena tidak ada sanksi jadi kami tidak ada hubungan bisnis secara hukum, ini yang sedang kita dorong," ujarnya.

Adapun, terkait kesiapan BLU, Hendra menyebut pemerintah telah memiliki draf aturan turunan sebagai tindak lanjut dari Perpres tersebut.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Siapkan Aturan BLU Tampung Minyak Impor Rusia


Most Popular
Features