MARKET DATA

PLN Beberkan Penyebab Padam Listrik Sumatra: Ada Fenomena Power Swing

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
25 May 2026 13:55
Konpres hasil investigasi gangguan sistem kelistrikan (BLACKOUT) di wilayah Sumatera oleh Bareskrim Polri. (Dok. Bareskrim)
Foto: Konpres hasil investigasi gangguan sistem kelistrikan (BLACKOUT) di wilayah Sumatera oleh Bareskrim Polri. (Dok. Bareskrim)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) buka-bukaan penyebab terjadinya padam listrik yang terjadi di wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) akibat gangguan dari transmisi listrik 275 kilo Volt (kV).

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra menjelaskan, bahwa sistem Sumatra terdapat jalur utama kelistrikan yang membawa energi dari jalur Selatan. Di mana dari daerah Selatan banyak pembangkit ke Utara yaitu Jambi, Sumatra Utara, dan Aceh.

"Ada jalur di sebelah Timur koridor 500 kV kami sebutkan, kemudian ada jalur Barat 275 kV. Pada hari Jumat tanggal 22 Mei tahun 2026, pukul tepatnya 18.44 menit, terjadi gangguan pada transmisi 275 kV di Linggau-Lahat, Sumatra Selatan ini,"

"Dan ini merupakan inputan menuju jalur 500 kV yang berada di bagian Timur. Akibatnya kemudian dua sirkuit tadi, trip, sehingga jalur 500 kV di sisi sistem tadi ini kemudian terganggu karena terjadinya kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," terang Edwin dalam Konfrensi Pers bersama Bareskrim Polri, Senin (25/5/2026).

Edwin melanjutkan, ketika aliran arus yang biasanya menuju di jalur Timur tadi, menuju dari arah Selatan ke Utara itu putus, maka aliran tadi berbalik ke Selatan dan berpindah ke arah Barat, ke arah Linggau-Lahat.

"Dan perpindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing atau kita kenal dengan osilasi. Jadi tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya dari jalur Timur ke Barat tadi," jelas Edwin.

Nah, ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap ambang batas tertentu, kata Edwin, maka di jalur Barat, di jalur 275 kV perlu mengisolasikan diri agar jangan sampai power swing tadi itu menyebabkan gangguan yang lebih luas.

"Nah, kemudian di sisi sistem arah Muara Bungo ke Sungai Rumbai satu sirkuit juga trip. Nah, ketika trip, maka terpisah sistem di Sumatra. Ada bagian Selatan yang kelebihan pembangkit, di situ frekuensinya tinggi. Kemudian ada di sisi Utara yang kekurangan pembangkit, di situ frekuensinya rendah. Di bagian Selatan karena frekuensinya rendah, ada beberapa pembangkit yang kemudian trip, lalu ada defense scheme kami yang bekerja sehingga sistem di sisi Selatan kemudian normal, ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan," urai Edwin.

Akan tetapi apa yang terjadi di daerah Utara adalah di sana kekurangan dari pembangkit, frekuensinya rendah. Karena frekuensi rendah, ada beberapa pembangkit kemudian trip, lalu terjadi domino efek.

"Trip satu, trip dua, kemudian pembangkit lain frekuensinya semakin turun, kemudian mematikan seluruh pembangkit di sistem Utara sehingga terjadi padam total di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh," tutup Edwin.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sempat Padam, PLN Telusuri Penyebab Gangguan Listrik di Jakarta


Most Popular
Features