CNBC Insight

Gegara Pulau RI Ini, Satu Dunia Berubah Total

MFakhriansyah, CNBC Indonesia
Sabtu, 23/05/2026 19:45 WIB
Foto: Pulau RUN, Maluku. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) kini menjadi negara superpower yang menguasai ekonomi dan politik dunia. Namun siapa sangka, salah satu babak penting yang mengantarkan Negeri Paman Sam ke posisi tersebut dan membuat satu dunia berubah total ternyata bermula dari sebuah pulau kecil di Indonesia.

Kisah tersebut berawal pada abad ke-17 saat Inggris dan Belanda bersaing memperebutkan pengaruh serta jalur perdagangan dunia. Pada masa itu, Belanda menguasai sebuah koloni di Amerika Utara bernama Nieuw Amsterdam, wilayah yang kini dikenal sebagai New York.

Di saat yang sama, Inggris menguasai Pulau Run di Kepulauan Banda, Maluku. Meski kecil, pulau tersebut memiliki nilai ekonomi luar biasa karena menjadi salah satu penghasil pala, komoditas yang saat itu sangat mahal dan diburu pasar Eropa.


Persaingan kedua negara akhirnya berujung pada kesepakatan damai melalui Treaty of Breda yang ditandatangani pada 31 Juli 1667. Salah satu isi perjanjian itu adalah pertukaran wilayah. Belanda menyerahkan Nieuw Amsterdam kepada Inggris, sementara Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda.

Saat itu, keputusan Belanda dianggap masuk akal. Penguasaan Pulau Run diyakini akan memperkuat monopoli perdagangan pala yang menjadi sumber kekayaan besar bagi perusahaan dagang Belanda. Sebaliknya, Nieuw Amsterdam masih merupakan koloni kecil yang belum menunjukkan potensi ekonomi besar.

Namun sejarah berkata lain.

Menurut Des Alwi dalam Sejarah Maluku (2005), ketika Pulau Run sepenuhnya berada di tangan Belanda, nilai ekonominya justru mulai menurun. Inggris sebelumnya telah menyebarkan bibit pala ke berbagai wilayah koloninya sehingga monopoli rempah yang diharapkan Belanda perlahan melemah.

Sementara itu, Nieuw Amsterdam yang telah berganti nama menjadi New York berkembang pesat di bawah kekuasaan Inggris. Letaknya yang strategis menjadikan kota tersebut pusat perdagangan penting di Amerika Utara.

Perkembangan semakin pesat ketika New York terhubung dengan berbagai jalur perdagangan melalui Sungai Hudson dan kemudian Kanal Erie. Infrastruktur tersebut membuka akses antara kawasan Pantai Timur dengan wilayah pedalaman Amerika yang sedang berkembang.

Arus perdagangan, investasi, dan migrasi terus meningkat. Penduduk berdatangan, aktivitas ekonomi tumbuh, dan New York perlahan menjelma menjadi pusat bisnis utama di Amerika.

Menurut Victor Perlo dalam New York as the Financial Center (1955), sejak abad ke-17 New York telah berkembang sebagai pusat ekonomi global. Posisinya semakin kuat setelah berdirinya New York Stock and Exchange Board (NYSE) pada 1817 yang kemudian menjadi salah satu bursa saham terbesar di dunia.

Seiring waktu, New York menjelma menjadi jantung keuangan internasional. Kota ini menjadi rumah bagi berbagai institusi keuangan besar, pusat perdagangan global, hingga perusahaan multinasional yang mengendalikan arus modal dunia.

Kekuatan ekonomi yang berpusat di New York kemudian menjadi salah satu fondasi utama kebangkitan Amerika Serikat. Didukung industrialisasi, inovasi teknologi, dan ekspansi ekonomi selama berabad-abad, AS akhirnya tumbuh menjadi negara dengan pengaruh ekonomi dan politik terbesar di dunia.

Atas dasar itu, perjalanan Amerika Serikat menuju status superpower dunia memiliki keterkaitan unik dengan Indonesia. Semua bermula dari keputusan pertukaran wilayah pada 1667, ketika Belanda lebih memilih Pulau Run di Maluku daripada mempertahankan Nieuw Amsterdam yang kelak berkembang menjadi New York, pusat keuangan paling berpengaruh di dunia.


(mfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Walikota NYC GowesBareng - 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi