Di Hadapan Petambak Udang, Prabowo Janji Setop Kebocoran Kekayaan RI

Thea Arbar, CNBC Indonesia
Sabtu, 23/05/2026 15:15 WIB
Foto: Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, 23 Mei 2026. (Tangkapan layar youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mengejar kebocoran kekayaan negara. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah.

Di hadapan para petambak dan masyarakat setempat, Prabowo menyebut Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar. Namun, menurutnya, selama ini masih terlalu banyak kebocoran kekayaan negara yang tidak dinikmati sepenuhnya oleh rakyat.

"Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan," kata Prabowo pada Sabtu (23/5/2026).


Ia menegaskan pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk menghentikan kebocoran tersebut. Menurutnya, kekayaan Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu.

"Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya. Kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Ia mengaku telah memberikan arahan kepada jajaran kabinet agar fokus pada proyek yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

"Yang harus kita dukung dan jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Produktif artinya menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, dan menambah penghasilan rakyat kita," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut memuji hasil tambak udang di Kebumen yang dinilai memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, satu hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga jual sekitar Rp70 ribu per kilogram.

"Berarti per ton Rp70 juta. Jadi ini sangat bagus, sangat produktif," ucapnya.

Ia menyebut proyek tambak tersebut saat ini menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. Pemerintah pun berencana memperluas pengembangan sektor perikanan dan budidaya di sejumlah wilayah lain.

Prabowo mengatakan pemerintah tengah membangun kawasan budidaya udang seluas 2.000 hektare di Waingapu serta 200 hektare di Gorontalo. Selain itu, proyek budidaya ikan seluas 14 ribu hektare juga sedang dikembangkan di kawasan Pantai Utara Jawa Barat.

Menurut Prabowo, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan devisa melalui ekspor produk perikanan.

"Kita mulai sekarang menambah proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk dijual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa," katanya.

Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, 23 Mei 2026. (Tangkapan layar youtube Setpres RI) Foto: Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, 23 Mei 2026. (Tangkapan layar youtube Setpres RI)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perang Bikin Volume Ekspor Produk Perikanan RI Turun 41,35%