Ada Temuan Baru Gas Raksasa Triliunan Kaki Kubik di RI, Ini Lokasinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya temuan gas raksasa baru di wilayah Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, yang dinilai dapat memperkuat pasokan energi nasional di masa depan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan, temuan tersebut berasal dari sumur Geliga-1 yang memiliki potensi sumber daya gas mencapai 5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/ TCF).
Sumur tersebut juga menyimpan potensi kondensat sebesar 300 juta barel setara minyak (MMBOE). Selain itu, terdapat juga potensi gas dari Lapangan Gula dengan cadangan sekitar 2 TCF dan kondensat sebesar 75 MMBOE.
"Dengan demikian, total produksi potensinya adalah 7 TCF gas dan 375 juta barrels oil equivalent kondensat," ungkap Rizwi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (22/5/2026).
Menurut Rizwi, pemerintah saat ini tengah menyiapkan rencana pengembangan untuk lapangan Geliga dan Gula. Dalam skenario pengembangannya, proyek tersebut diperkirakan mampu memproduksikan gas hingga 1.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sementara itu, produksi kondensat diproyeksikan mencapai sekitar 80.000 barel oil equivalent per day (BOEPD).
Menurut dia, temuan ini menjadi salah satu penemuan strategis di Cekungan Kutai yang diharapkan dapat memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi domestik di masa depan.
"Temuan ini menegaskan skala proyek yang sangat besar, strategis, dan berperan penting dalam mendukung ketahanan energi nasional serta penyediaan pasokan gas yang berkelanjutan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa perusahaan migas asal Italia yakni Eni, baru saja menemukan cadangan gas raksasa baru di Indonesia.
Temuan tersebut berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 yang dibor di Blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.
Bahlil membeberkan bahwa berdasarkan estimasi awal, penemuan ini memiliki potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF), serta 300 juta barel kondensat.
"Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga yang menghasilkan 5 TCF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).
Menurut Bahlil, Eni menargetkan peningkatan produksi gas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Produksi gas yang saat ini berada di kisaran 600-700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2.000 MMSCFD pada 2028.
Selanjutnya, pada 2030 produksi gas diperkirakan kembali meningkat hingga mencapai sekitar 3.000 MMSCFD. Adapun selain gas produksi kondensat juga akan mulai dikembangkan.
"Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali ini giant dengan demikian daripada gas kita menemukan nanti 2028 kita sudah mulai produksi kondensat kurang lebih sekitar 90 ribu barel dan 2029-2030 itu bisa nambah lagi 150 ribu bph," ujar Bahlil.
Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi Eni, Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman total sekitar 5.100 meter di kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Penemuan Geliga-1 merupakan bagian dari rekam jejak eksplorasi yang sangat sukses di Cekungan Kutai.
Temuan ini menyusul penemuan raksasa Geng North pada akhir 2023 yang berlokasi hanya sekitar 20 km di selatan Geliga, serta penemuan sumur Konta-1 yang diumumkan pada Desember 2025. Hasil ini semakin menegaskan potensi besar gas di kawasan tersebut serta skalabilitas sumber daya yang ada.
Penemuan ini juga datang setelah adanya Final Investment Decision (FID) untuk proyek gas Gendalo dan Gandang (South Hub) serta lapangan Geng North dan Gehem (North Hub). Proyek North Hub akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru dengan kapasitas pengolahan 1 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd), serta memanfaatkan fasilitas LNG yang sudah ada di Bontang.
Penemuan baru ini berdekatan dengan penemuan gas Gula yang belum dikembangkan yakni sebesar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat. Penilaian awal menunjukkan bahwa gabungan sumber daya Geliga dan Gula memiliki kapasitas untuk menghasilkan tambahan 1 BSCFD gas dan 80.000 bph kondensat.
(wia) Add
source on Google