33 Juta Warga RI Siap-Siap, Prabowo Akan Kirim Bantuan Beras
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda Indonesia tahun ini. Salah satu yang disiapkan adalah tambahan program bantuan pangan (Banpang) berupa beras untuk jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, tambahan bantuan pangan tersebut telah mendapat persetujuan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu.
"Kemarin yang disetujui dari Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV adalah disetujuinya program tambahan bantuan pangan untuk periode ke depan," kata Rizal saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurut Rizal, bantuan pangan beras dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ancaman kekeringan dan tekanan ekonomi global yang mulai dirasakan hingga ke tingkat bawah.
"Menurut kami itu sangat bijaksana apabila memang ada bantuan pangan di masa-masa El Nino," ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan pangan yang akan disalurkan kali ini hanya berupa beras dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap penerima per bulan.
"Kalau 2 bulan berarti menjadi 20 kilogram," sebut dia.
Adapun dalam pembahasan di DPR sebelumnya, Bulog mengusulkan agar bantuan pangan disalurkan selama empat bulan, yakni Agustus, September, Oktober, dan November 2026. Program tersebut ditujukan bagi sekitar 33 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).
"Kemudian komoditas yang disalurkan hanya beras saja," ujar Rizal dalam RDP di Komisi IV DPR RI.
Ia menyebut, apabila penyaluran dilakukan selama empat bulan, total kebutuhan beras untuk program tersebut bisa mencapai sekitar 1,3 juta ton. Dengan tambahan itu, total distribusi bantuan pangan sepanjang 2026 diperkirakan menyentuh 1,9 juta ton.
Namun hingga kini, Bulog baru menerima penugasan resmi untuk penyaluran dua bulan alokasi bantuan. "Disalurkan pada bulan Agustus dan November," sambungnya.
Rizal mengatakan, bantuan pangan itu juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang akhir tahun, terutama ketika dampak El Nino mulai terasa lebih luas.
"Karena kan situasi ekonomi global juga berpengaruh di masyarakat," kata dia.
Perlu diketahui, program bantuan pangan yang tengah diusulkan tersebut berbeda dengan skema bantuan sebelumnya pada Februari dan Maret 2026. Saat itu, pemerintah menyalurkan paket bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan.
Artinya, selama dua bulan penerima bantuan mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat program bantuan pangan periode Februari-Maret menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun. Penyalurannya pun hingga kini masih berlangsung setelah masa implementasinya diperpanjang pemerintah.
(wur) Add
source on Google