Prabowo Rapat 2 Jam, Bahas BUMN Khusus Ekspor & DHE

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 17:17 WIB
Foto: (Kiri-Kanan) Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat menyampaikan keterangan Pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri, membahas terkait implementasi Badan Ekspor yang dinamakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Badan ini mulai melakukan pendataan kegiatan ekspor pada 1 Juni mendatang.

Dalam rapat itu juga dihadiri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, hingga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

"Tadi melaporkan ke bapak presiden terkait dengan rencana implementasi dari dua hal, yaitu pelaksanaan Devisa Hasil Ekspor yang berlangsung 1 Juni besok, dan juga pelaksanaan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy yang dilaksanakan oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia," kata Airlangga, usai rapat, Kamis (21/5/2026).


Dari Rapat yang berlangsung sekitar 2 jam itu, para menteri memberikan laporan berbagai instrumen regulasi, baik dari sisi Peraturan Menteri Perdagangan hingga Peraturan Bank Indonesia, Peratuan Menteri Keuangan yang tengah disiapkan.

"Sebelum 1 Juni itu akan diselesaikan," kata Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ekspor ke depan itu nantinya hanya memberikan laporan kepada PT DSI. Kegiatan itu akan dilakukan dalam tiga bulan supaya sistemnya bisa berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan melanjutkan kebijakan WFH satu hari dalam seminggu, untuk dua bulan ke depan. Selain itu juga pemerintah akan mengeluarkan insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II - 2026.

"Dimana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan WFH untuk dua bulan ke depan. Dan selain itu beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak," jelasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ribuan Mitra Driver Dapat Akses Pemeriksaan Kesehatan Gratis