Menhub Beberkan Detik-Detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 14:51 WIB
Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi sementara kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu.

Dudy mengatakan kejadian kecelakaan inu terjadi pada pukul 20:52 WIB, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 108 orang luka-luka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Adapun korban meninggal merupakan penumpang wanita KRL Commuter Line.

"Pada 27 April 2026 pukul 20.52 WIB, terjadi insiden kecelakaan kereta api di emplasement stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KRL Commuter Line Jakarta-Cimarang dan KA Argo-Bromo Anggrek. Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban yang meninggal dunia, 5 korban yang masih dirawat, dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Dudy dalam paparannya pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026)


Dudy pun menjelaskan melalui video ilustrasi, di mana KRL Commuter Line dengan nomor KA 5568A yang merupakan KRL ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, awalnya tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20:34 WIB. Sebelum berangkat, KRL Commuter Line tersebut disusul terlebih dahulu oleh KA Sawunggalih dengan nomor KA 116B, dengan tiba di Stasiun Bekasi pukul 20:35 WIB, telat sekitar lima menit dari jadwal normalnya.

Kemudian KA Sawunggalih berangkat Stasiun Bekasi tepat waktu pukul 20:37 WIB dan melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20:39 WIB. Selanjutnya, KA 5568A diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20:45 WIB, setelah disusul normal oleh KA Sawunggalih, terlambat 8 menit dari jadwal normal.

Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Namun selang beberapa menit setelah KA Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur, sekitar pukul 20:48 WIB, sebuah taksi Green SM menemper KRL Commuter Line Cikarang-Kampung Bandan dengan nomor KA 5181B di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Saat terjadinya temperan tersebut, banyak warga mulai berkerumun untuk melihat KRL yang tertemper taksi.

KA 5568A tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:49 WIB, terlambat 9 menit dari jadwal normal. KRL tersebut sempat berangkat, namun kembali berhenti karena adanya kerumunan warga di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Berikutnya, KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor KA 4B melintas Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:51 WIB, 3 menit lebih awal dari jadwal normal, dengan kecepatan mencapai 108 km/jam.

Namun nahas, saat Argo Bromo Anggrek akan melintas di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:52 WIB, masih terdapat KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur. Alhasil tabrakan pun terjadi.

Meski Menhub sudah membeberkan kronologi sementara tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, tetapi pihaknya tetap menunggi hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kementerian Perhubungan tetap menghormati proses investigasi yang saat ini masih belum selesai, yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, dan mendukung pelaksanannya secara independen, profesional, setelah transparan," terangnya.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: KA Argo Bromo Tabrak KRL: 14 Orang Meninggal, 84 Warga Terluka