Isi Pidato Lengkap Bahlil di Hadapan Bos-Bos Migas RI

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 14:15 WIB
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan dalam pembukaan dan peresmian IPA Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan kepastian regulasi dan investasi bagi para pelaku usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air.

Pemerintah berkomitmen untuk tidak mengubah aturan di tengah jalan yang dapat mengganggu iklim bisnis migas.

Ia meminta para pengusaha untuk segera mengeksekusi rencana pengembangan lapangan yang sudah disetujui guna mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari.


Hal itu disampaikannya di depan para pengusaha besar sektor minyak dan gas bumi (migas), baik nasional maupun global, dalam perhelatan The 50th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/5/2026). Acara itu juga termasuk ajang terbesar sektor hulu migas di Asia Tenggara.

Acara yang mempertemukan para pemangku kepentingan, investor global, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), hingga penyedia teknologi energi untuk membahas strategi ketahanan energi nasional tersebut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Dewan Pengawas IPA Hashim Djojohadikusumo.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro, Dirjen Migas Laode Sulaeman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Presiden IPA Kathy Wu serta Direktur Utama berbagai perusahaan migas nasional, hingga bos-bos sektor migas kelas kakap dunia.

Bahlil menjelaskan bahwa kontribusi sektor energi terhadap penerimaan negara tetap menunjukkan performa yang kuat meskipun kondisi pasar dunia sedang bergejolak. Hingga kuartal pertama 2026, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi dilaporkan telah mencapai 40% dari target APBN tahun ini.

"Indonesia harus saya sampaikan bahwa dari kondisi geopolitik, geoekonomi yang tidak menentu pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tumbuh sekitar 5,61% dengan inflasi di bawah 3%. Dan ini terjadi karena kontribusi dari semua pihak lebih khususnya kepada teman-teman pengusaha yang main di hulu migas," kata Bahlil dalam acara pembukaan The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi pengembangan energi alternatif melalui program mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang. Strategi ini diproyeksikan mampu mensubstitusikan impor minyak mentah hingga ratusan ribu barel per hari guna menutupi celah produksi domestik yang masih terbatas.

"Atas arahan Bapak Presiden harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan BBM yang bersumber dari fosil. Dari 1 juta baril per day yang kita harus impor, terkonversi atau tersubstitusi dengan kita memakai B40 dan sekarang kita akan dorong 1 Juli B50," tuturnya.

Terkait kekhawatiran pelaku usaha mengenai kebijakan ekspor, kementerian memastikan bahwa sektor migas dikecualikan dari rencana aturan penjualan satu pintu melalui BUMN khusus. Selain itu, pemerintah juga memberikan relaksasi terhadap aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengingat tingginya biaya eksplorasi.

"Atas dasar pengetahuan, pendalaman, dan informasi yang objektif kepada Bapak Presiden, maka Bapak Presiden memutuskan untuk sektor hulu migas, PP (BUMN Khusus) itu tidak berlaku. DHE-nya juga silakan kalian pakai, tidak perlu pakai seperti Perpres yang ada sekarang," tegas Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil meminta KKKS untuk meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk kewajiban penyerahan hak partisipasi sebesar 10 persen. Ia juga mendorong keterlibatan pengusaha lokal yang profesional dalam setiap rantai pasok industri hulu migas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

"Bagi K3S-K3S yang sudah menjalankan usahanya dengan baik yang disesuaikan dengan aturan yang belum menyerahkan PI-nya kepala daerah, tolong segera. Pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan semua kontraktor orang Jakarta semua," pungkasnya.

Isi Pidato Lengkap Bahlil

"Kebetulan ini acara ke-2 bagi saya dan saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-50. Semoga di 50 yang usia produktif ini IPA mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi pengembangan usaha energi di Indonesia.

Bapak-Ibu semua perlu saya sampaikan bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu peperangan terus terjadi. Baik sekarang masih terjadi antara Israel, Palestine, dan Lebanon. Kemudian yang terjadi sebelumnya juga adalah sekarang mungkin lagi rehat sebentar mudah-mudahan tidak terjadi lagi antara Israel, Amerika, dan Iran, Rusia, dan Ukraine, dan ketegangan-ketegangan politik global ini melahirkan ketidakpastian semuanya. Geopolitik, geoekonomi, pandangan hampir semua negara semakin tidak jelas arahnya akan kemana. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang sedang bertikai tapi hampir semua negara bahkan hampir semua rakyat dunia termasuk di Indonesia.

Tetapi Indonesia harus saya sampaikan bahwa dari kondisi geopolitik, geoekonomi yang tidak menentu pertumbuhan ekonomi pada kuasa pertama tumbuh sekitar 5,61% dengan inflasi di bawah 3%, 2,41%. Dan ini adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G20. Dan ini terjadi karena kontribusi dari semua pihak lebih khususnya kepada teman-teman pengusaha yang main di hulu migas maupun di sektor energi secara keseluruhan.

Kenapa saya sampaikan ini? Karena 2025 dan di kuartal pertama 2026, PNBP kita di sektor energi sudah mencapai kurang lebih saya dapat laporan dari Pak Joko (Kepala SKK Migas Djoko Siswanto) 40% dari target APBN. Sekalipun memang harga komoditas lagi naik, tapi saya melihat ini adalah sebuah kontribusi yang cukup signifikan bagi pengembangan. Mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu menciptakan multiplier effect.

Dalam kaitannya dengan itu, masih dalam kondisi geopolitik, Bapak-Ibu semua, hampir semua negara sekarang berpikir untuk memproteksi negaranya masing-masing. Dalam berbagai kesempatan saya mendampingi Bapak Presiden untuk bertemu dengan kepala-kepala negara baik negara yang mempunyai sumber minyak, maupun yang tidak mempunyai sumber minyak, itu mempunyai pendangan yang hampir sama, bahwa tidak ada keuntungan yang utuh dari sebuah pertikaian yang berdampak pada kondisi global yang tidak menentu.

Indonesia sendiri, kita tahu bahwa konsumsi BBM kita itu kurang lebih sekitar 1,6 juta barel per day dan lifting kita di 2025 adalah 600 ribu barel per day. Target APBN di 2026 adalah 610 ribu barel per day, dan sekarang masih rata-rata masih di bawah 600 ribu barel per day. Ini artinya secara kalkulasi kita bisa menghitung kita membutuhkan impor 1 juta barel per day.

Namun kami bersyukur bahwa dalam kondisi seperti ini atas arahan Bapak Presiden harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan BBM yang bersumber dari fosil, ketika lifting kita tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang kita harus lakukan. Dari 1 juta barel per day yang kita harus impor terkonversi atau tersubstitusi dengan kita memakai B40 dan sekarang kita akan dorong 1 Juli B50 dan itu kita mampu mengkonversi ke CPO-nya itu kurang lebih sekitar 200-300 ribu barel per day. Jadi kita impor kurang lebih sekitar 600-700 ribu barel per day, sisanya kita ambil dari CPO, dan Alhamdulillah di tahun 2026 kita tidak lagi melakukan impor Solar terkecuali Solar yang mempunyai kualitas tinggi seperti C51. C48 sudah bisa kita lakukan semuanya.

Bapak-Ibu semua kami pemerintah meminta tolong agar semua teman-teman yang telah mendapatkan ijin konsesi yang sudah lama dipegang dan sudah selesai POD tolong segera dieksekusi. Ada masalah apa tolong dikabari.

Di samping kita menunggu peningkatan lifting, maka pemerintah juga ke depan akan memberikan mandatori terhadap E10 sampai dalam E20 karena sekarang kebutuhan bensin kita itu kurang lebih sekitar 39-40 juta kiloliter dan produksi dalam negeri kurang lebih sekitar 19-20 juta, kita masih impor 20 juta kiloliter, dan ini kita akan sebagian kita akan konversi ke etanol.

Nah pertanyaan berikut adalah bagaimana kemudian dengan fosil yang ada? Bapak-Ibu semua negara kami masih sangat membutuhkan banyak sekali, LPG kita impor tahun ini 8,6 juta metric ton, tahun 2027 untuk memenuhi industri Lotte Chemical dan Chandra Asri itu membutuhkan kurang lebih bertambah 3 juta ton. Nafta kita kekurangan, kemarin kita bawa dari Amerika. Bahan baku-bahan baku industri ini yang kita butuh dan itu ada terletak di tangan Bapak-Ibu yang melakukan usaha di sektor hulu migas. Ini yang kita masih sangat membutuhkan sekali, dan target Bapak Presiden di 2029-2030 lifting kita harus mencapai 900-1 juta barel per day.

Dalam kaitannya dengan itu apa yang harus kita lakukan? Saya terima kasih Ibu Kathy Wu tadi punya pandangan bahwa tidak akan mungkin lifting itu bisa berjalan dengan baik tanpa ada kolaborasi yang baik antara KKKS dengan pemerintah. Pemerintah dalam hal ini tidak hanya pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah, kabupaten, kota, Bapak-Ibu juga harus bersama-sama kita bergandengan dengan tangan untuk menyelesaikan ini.

Saya minta kepada teman-teman SKK Migas sudah berbagai upaya yang kami lakukan untuk melakukan reform, berbagai regulasi untuk melakukan percepatan. Tapi kalau masih ada yang lambat-lambat tolong disampaikan, dan saya sudah minta kepada Kepala SKK Migas kalau ada yang masih lambat di bawah, ganti orangnya, jangan bikin pusing. Ini kata Bapak Presiden Prabowo itu deep state. Tetapi kalau pengusahanya yang agak nakal, tertibkan mereka, karena kita butuh yang baik semuanya. Hanya dengan cara ini bisa kita melakukan percepatan Bapak-Ibu semua.

Yang kedua adalah teknologi. Memang tidak akan mungkin kita bisa meningkatkan lifting karena sumur-sumur kita ini sumur-sumur yang sudah lama sebagian. Maka teknologi adalah salah satu cara yang paling tepat dan untuk implementasi lapangannya saya minta kepada teman-teman K3S juga untuk melakukan koordinasi dengan kepala-kepala daerah yang ada di daerah. Contoh kemarin saya memberikan apresiasi kepada ENI yang baru mengumumkan untuk mendapatkan blok baru di Kalimantan Timur dengan 5 TCF gas dan bisa menghasilkan 200 ribu kondensat, equivalent dengan 200 ribu barel kalau tidak salah Pak Joko ya dan itu akan mulai produksi di 2028-2029.

Ini kalau tidak salah kemarin saya tanda tangan persetujuan kerja sama-sama Petronas kalau tidak salah ya. Nah ini, ini Gubernurnya nih, ada Gubernurnya. Pak Rudi, berdiri Pak Rudi. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral, yang lagi viral. Pak Rudi, kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top, plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi. Dengan kata lain, harus kita olah-olah sedikit kira-kira begitu. Nggak apa-apalah, kamu Ketua Golkar kok, nggak apa-apa. Jadi nggak ada itu kita mundur-mundur. Tolong saya titipkan untuk teman-teman dari ENI dan dari Petronas yang baru menemukan, jadi total mereka menemukan itu 7 TCF dan 200 barel ekuivalen minyak. Itu dibantu agar 2028-2029 mereka sudah bisa berproduksi.

Saya juga minta tolong agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, Pak Joko. Jangan semua kontraktor, semua orang Jakarta semua, jadi karena orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri. Selama profesional, jangan orang daerah juga pengusahanya pengusaha-pengusaha proposal.

Saya ini kan mantan pengusaha daerah. Ini usaha di sektor hulu migas harus profesional, ini bukan perusahaan APBN atau APBD yang asal kerja. Ini salah las pipa aja, pipa bocor meninggal orang, jadi saya minta harus betul-betul yang punya spesifikasi, dan agar kepala-kepala daerah tidak menanyakan kepada saya tentang keseriusan saya dalam mendukung pemerintah daerah, saya temukan di forum yang terhormat ini atas perintah Bapak Presiden bagi K3S-K3S yang sudah menjalankan usahanya dengan baik yang disesuaikan dengan aturan yang belum menyerahkan PI-nya kepala daerah, tolong segera, tapi harus sesuai dengan aturan. Tidak boleh tidak sesuai dengan aturan. Karena pasti semua nanti kita diperiksa kalau tidak sesuai dengan aturan. Gubernur, saya sudah ngomong ini, Sulsel ini juga, saya sudah ngomong ini. Kau lihat-lihat dari sana juga. Partai koalisi itu kau lihat baik-baik semua ya.

Jadi kira-kira itu Bapak Ibu semua. Nah, apa yang harus dilakukan ke depan? Saya mohon maaf nggak bisa lama karena dipanggil oleh Bos. Ini tadi saya kasih tau soal Ibu Kathy, Ibu Kathy sebenarnya saya nggak bisa lama ke sini, saya harus langsung ke Hambalang. Tapi karena sebagai wujud pertanggungjawab moralitas dan kecintaan sesama kita saling mencintai antara K3S dan ESDM, maka kita pun izin sama Presiden, saya datang dulu Pak ke sini Pak.

Nah, apa yang harus dilakukan ke depan? Bapak Ibu semua, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ngerti betul KKKS di 2025 dalam menyelesaikan kontrak dengan ekspor gas di tahun 2025 dengan market yang sudah ada, saya tau kemarin ada sedikit dinamika.

Tapi saya janji kepada Bapak Ibu semua, di 2025 itu kejadian, pengalaman yang bahwa satu tahun pemerintahan bawa Presiden Prabowo, tapi 2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri. Jadi nggak perlu ada kekhawatiran lagi, semuanya sudah saya setuju untuk ekspornya semua. Jadi semuanya sudah saya tanda tangan, nggak ada lagi. Biarlah kebutuhan dalam negeri kita putar otak.

Nah, dalam perspektif itu, untuk yang baru, ada Inpex, ada beberapa K3S yang muncul untuk gas, kalau sudah dipasarkan di luar negeri, dan kemudian mereka masih lambat, saya sudah minta untuk Danantara dalam hal ini PLN, PGN, maupun beberapa perusahaan lain yang untuk offtakernya dalam negeri, kita beli, supaya bisa ada kepastian offtaker, agar semuanya bisa berjalan.

Ini yang mungkin bisa saya sampaikan kepada Bapak Ibu semua, pasti ada kegelisahan hari ini, dan pasti ada pertanyaan, karena hari ini bahwa Presiden mengumumkan pembuatan Peraturan Pemerintah dalam penjualan hasil sumber daya alam satu pintu lewat BUMN. Saya datang ke sini untuk membawa pesan khusus Bapak Presiden. Atas dasar pengetahuan, pendalaman, dan informasi yang objektif dan terukur kepada Bapak Presiden, maka Bapak Presiden memutuskan untuk sektor hulu migas, PP itu tidak berlaku untuk sektor hulu migas. Jadi tidak perlu ada keraguan, jadi bisnisnya seperti biasa.

Pasti ada yang tanya lagi, bagaimana DHE-nya, dana hasil ekspornya, bahwa Presiden juga menyampaikan bahwa pengusaha-pengusaha K3S ini mereka orang baik-baik semua, tidak perlu dicurigai, karena itu DHE-nya juga silakan kalian pakai, tidak perlu pakai seperti Perpres yang ada sekarang. Jadi itu jalan saja, jadi tidak perlu ada khawatiran. Ini dalam rangka menjawab beberapa masukan-masukan daripada perusahaan-perusahaan K3S kepada saya, dan sekaligus untuk menjamin kepastian aturan yang ada di negara kami, khususnya di sektor migas. Jadi Ibu Kathy sudah jelas ini, saya jawab ini.

Nah, yang dimaksudkan oleh Ibu Kathy ini mungkin adalah permintaan insentif tambahan. Bapak-Ibu semua seharusnya jujur, supaya tidak satu-satu, saya biasanya orang open saja, saya kan orang dagang juga. Memang ada fasilitas tax yang negara kami berikan, tetapi itu diberikan kepada KKKS yang memang dianggap layak dan pantas secara FS. Kalau IRR-nya kecil, kita memberikan insentif. Tapi kalau IRR bagus, mbok jangan dong minta insentif lagi. Tapi kalau untungnya masih belum bagus, kita kasih insentif. Tapi kalau yang sudah bagus, ya masa sih minta insentif lagi. Jadi, ya ada beberapa memang dokumen di atas meja saya, saya tanyakan kepada Pak Joko, mana yang IRR-nya bagus. Kalau tidak bagus, kita bantu. Tapi kalau sudah bagus, ya tahan-tahan sedikitlah, kira-kira begitu. Tetap kita akan memperhatikan dengan baik.

Nah, saya pikir ini beberapa hal yang perlu saya sampaikan menyangkut dengan izin-izin, kita akan berusaha, saya tahu masih banyak kendaraan juga di lapangan, dan kami juga melakukan terus-menerus untuk membantu Bapak-Ibu semua dalam rangka menjalankan apa yang menjadi kolaborasi kita bersama. Dalam kaitannya dengan pemerataan, untuk di sektor hulu migas ini tidak hanya kita memikirkan perusahaan-perusahaan besar, saya meminta kepada teman-teman K3S yang telah ditunjuk untuk menerima hasil crude daripada kelompok koperasi maupun UMKM yang di belakang rumahnya ada sumur minyak yang sudah terjadi selama puluhan tahun yang selama ini dikejar-kejar oleh oknum petugas karena memang, petugas pun tidak salah karena memang tidak ada izinnya bagaimana tidak dikejar. Sekarang kita sudah kasih legalisasinya, jadi masyarakat juga sekarang sudah bisa mengambil hasil bumi, minyak dengan baik. Tolong yang sudah dikasih tunjuk itu tolong diambil minyak cepat.

Ada Pertamina? Saya dengar katanya laporan Pertamina masih lambat-lambat, tolong dipercepat Pertamina, jangan kalian pikir kalian bawa UMKM terus bisa buat lambat-lambat. Ya, ini aku kasih tau baik-baik duluan ini. Saya akan sampaikan Equal Treatment. Bagi negara, berpihak kepada BUMN itu penting. Tapi, jauh lebih penting adalah memikirkan semua kepentingan negara. K3S yang lain juga mempunyai kontribusi yang sama terhadap pembangunan bangsa dan negara di negara kita tercipta.

Bapak-Ibu semua terakhir dari kami. Ada slide ya. Saya ingin mengumumkan untuk kita akan membuka tender ada sekitar 118 blok baru untuk yang melakukan eksplorasi, dan dari 118 blok baru itu sudah sekitar 20 sudah selesai. Mana Dirjen Migas ya? 20 yang sudah selesai Pak Dirjen ya? Berarti tinggal 98? Dari 98 blok baru ini sudah ada. Bapak-Ibu semua silakan yang melakukan joint study, silakan, atau tidak ada juga yang mau lakukan, silakan. Ini saya buka secara umum. Siapa saja boleh. Tidak perlu nego-nego di belakang meja, yang penting kalian punya teknologi, kalian punya duit. Kalian punya keseriusan. Silakan, monggo, Kelola ini hasil yang ada untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara. Ini, saya buka ini. Jadi silakan, silakan. Tidak apa-apa. Nanti saya minta kepada Pak Dirjen lewat SKK dengan SKK bikin saja, jangan lobby-lobby dulu ya. Lobby dulu, aneh-aneh lagi, kongkalikong baru main. Yang biasa bikin lama seperti itu.

Jangan kita Presiden sudah A, Menteri A, di bawah mulai A minus. Ya, Direktur A minus. Nanti Direktur sudah mulai B. Nanti apa lagi? Direktur itu apa namanya? Koordinator. Koordinator sudah B minus. Yang biasa bikin kacau ini kor-kor ini. Koordinator, subkoordinator, verifikator gitu. Terakhir tor-tor-tor-tor gitu. Nah ini biasanya yang mutar itu di situ. Biasanya. Saya minta jangan lagi diperlambat. Investor ini pemain di K3S, di hulu migas ini risikonya besar. Jangan dipersulit, dipermudah.

Tapi kalau pengusahanya yang sudah kita bantu, sudah sesuai aturan, tapi dia dalam implementasinya masih aneh-aneh, nah itu perlu diluruskan itu. Berarti kita tidak mau melakukan kerja sama itu.

Kita butuh kerja sama yang baik, kita butuh kolaborasi yang baik untuk saling mendukung agar apa yang menjadi mimpi cita-cita dan program kita bisa kita wujudkan bersama."


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan BBM Dipastikan Aman