MARKET DATA

Pertamina Deteksi Bukan Minyak Biasa 11 Miliar Barel, Ini Lokasinya

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
21 May 2026 12:38
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)  terus berupaya dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Blok Rokan, Riau. (Dok. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR))
Foto: PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berupaya dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Blok Rokan, Riau. (Dok. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR))

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mengidentifikasi potensi cadangan minyak mentah jumbo dari sektor migas non-konvensional (MNK) atau "bukan minyak biasa" di dalam negeri.

Temuan potensi minyak di tempat (oil in place) dari sumber daya tersebut diperkirakan mencapai 11 miliar barel.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan, perusahaan tengah berupaya membangun ekosistem pendukung agar potensi besar tersebut dapat segera diproduksi secara masif.

Dia menyebutkan pengembangan bisnis migas non-konvensional ini memerlukan kolaborasi lintas sektor serta dukungan kebijakan fiskal yang menarik dari pemerintah guna menarik minat investor.

"Jadi kabar baiknya adalah baru-baru ini kami memiliki 11 miliar barel minyak di tempat untuk non-konvensional," ucap Oki dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dikutip Kamis (21/5/2026).

Pertamina menilai perlu adanya kolaborasi dengan berbagai perusahaan jasa pertambangan dunia untuk mengadopsi teknologi yang sukses diterapkan di wilayah lain, seperti Permian Basin di Amerika Serikat. Langkah ini dipandang krusial untuk mempercepat proses ekstraksi minyak yang memiliki karakteristik teknis berbeda dengan minyak konvensional tersebut.

"Pekerjaan rumah kami saat ini pada dasarnya adalah bagaimana kami dapat memberikan advokasi kepada pemerintah kami untuk memiliki fiskal, kemudian kami mencoba mengundang begitu banyak mitra perusahaan jasa untuk menciptakan ekosistem," lanjut Oki.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap fokus mengelola lapangan-lapangan tua (mature fields) melalui intervensi teknologi tinggi untuk menjaga stabilitas produksi nasional. Salah satu target utama lokasinya berada di Lapangan Minas yang dilaporkan masih menyimpan potensi cadangan sangat besar melalui skema pemulihan minyak lanjutan.

"Kami masih memiliki sekitar 4 miliar barel di satu lapangan di Minas, ini adalah pekerjaan rumah lain yang kami lakukan," tandasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengidentifikasi potensi 'bukan minyak biasa' atau Migas Non-Konvensional (MNK) mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (oil in place). Temuan tersebut berlokasi di sub-basin North Aman, Blok Rokan.

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menjelaskan bahwa pengembangan MNK tersebut merupakan strategi untuk mengimbangi penurunan produksi di lapangan konvensional. Arifin menyebutkan potensi besar di struktur North Aman tersebut menjadi peluang yang selama ini belum pernah tergarap di Indonesia.

"Dengan kondisi produksi lapangan tua yang terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional," ujarnya dalam ajang OTC Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/4/2026).

Secara spesifik, potensi jumbo tersebut berada pada area Gulamo dan Kelok di wilayah kerja Rokan, Riau. Perusahaan telah membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui pengeboran sumur eksplorasi serta uji alir (flowback test) sebagai tonggak awal pengembangan MNK di Indonesia.

Lebih lanjut, PHR saat ini tengah melanjutkan perencanaan pengeboran horizontal dan multi-stage fracturing melalui proses appraisal. Struktur North Aman ini menjadi fondasi penting untuk membuka potensi MNK pada sub-basin lainnya di Blok Rokan seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

"Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," jelasnya.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Potensi 'Bukan Minyak Biasa' 11,3 Miliar Barel, di Sini Lokasinya


Most Popular
Features