MARKET DATA
Internasional

'Ngeri' Xi Jinping, Putin & Trump Bakal Bertemu di China

tps,  CNBC Indonesia
21 May 2026 09:40
Kolase Xi Jinping, Vladimir Putin dan Donald Trump. (Reuters File)
Foto: Kolase Xi Jinping, Vladimir Putin dan Donald Trump. (Reuters File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan menggelar pertemuan bilateral di sela-sela KTT APEC yang akan diselenggarakan di China pada November mendatang. Pertemuan tatap muka dua pemimpin negara adidaya ini berpeluang besar terjadi di Shenzhen, meskipun saat ini belum ada jadwal perundingan resmi yang disusun oleh protokol kedua belah pihak.

Mengutip laporan Russia Today pada Kamis (21/05/2026), Asisten Presiden Rusia Yury Ushakov mengonfirmasi kepada awak media mengenai potensi besar terjadinya pertemuan penting tersebut di sela-sela kesibukan KTT. Kabar ini mengemuka setelah Presiden Putin menyelesaikan kunjungan resminya ke China dan menyatakan komitmennya kepada Presiden Xi Jinping untuk menghadiri KTT APEC di Shenzhen yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 November mendatang, beberapa hari setelah kedatangan Trump ke Beijing.

"Presiden kami telah mengonfirmasi bahwa beliau akan hadir dalam KTT APEC tersebut," ujar Yury Ushakov.

"Saya rasa, bagaimanapun juga, jika kedua pemimpin negara berada di China, mereka kemungkinan besar akan berpapasan dan mengadakan semacam pertemuan," tambah Ushakov.

Ushakov juga menjelaskan bahwa hingga saat ini agenda pertemuan formal memang belum disepakati secara tertulis oleh protokol kepresidenan masing-masing negara. Kendati demikian, pihak Kremlin menilai bahwa mengingat peluang emas tersebut sudah terbuka lebar di depan mata, sangat kecil kemungkinan bagi salah satu dari kedua pemimpin dunia itu untuk menolak kesempatan berdialog.

"Sejauh ini hal tersebut memang belum disepakati, namun mengingat prospek tersebut ada, kecil kemungkinan ada pihak yang akan menolaknya," kata Ushakov.

Potensi pertemuan bilateral di China ini digadang-gadang akan menjadi babak baru setelah KTT Anchorage di Alaska pada Agustus 2025 silam, yang menjadi momentum perdana bagi kedua pemimpin untuk bertatap muka sejak pecahnya konflik Ukraina. Meskipun pertemuan di Alaska tahun lalu berakhir tanpa membuahkan kesepakatan gencatan senjata, baik pihak Moskow maupun Washington sama-sama menilai hasil dialog kala itu berjalan sangat produktif.

Sejak kembali menduduki kursi nomor satu di Gedung Putih, Trump diketahui kerap mengambil sikap fluktuatif dengan mengkritik Putin atas mandeknya kemajuan damai, namun di sisi lain tetap memuji hubungan personal mereka. Kedua kepala negara tersebut juga dilaporkan telah melakukan beberapa kali komunikasi via telepon guna membahas solusi perang Ukraina serta isu internasional krusial lainnya, termasuk perang AS-Israel melawan Iran.

Di sisi lain, Trump sempat memberikan isyarat kuat kepada awak media mengenai rencana kunjungan kerjanya ke Rusia tahun ini demi memfasilitasi penyelesaian konflik luar negeri yang melibatkan sekutu baratnya. Merespons sinyal dari Washington tersebut, pihak Kremlin telah menyatakan bahwa Presiden Putin selalu siap untuk menyambut serta menjamu kedatangan Trump di Moskow guna membicarakan syarat perdamaian yang diajukan Rusia.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jreng, Putin Siap Menjamu Zelensky di Moskow Rusia


Most Popular
Features