Harga BBM Naik Bikin Penjualan Mobil Anjlok? Bos Daihatsu Bilang Gini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi dinilai bisa berdampak pada berbagai sektor. Namun, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menilai dampaknya terhadap pasar kendaraan bensin atau internal combustion engine (ICE) khususnya mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) masih terbatas.
Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan konsumen utama Daihatsu mayoritas masih menggunakan BBM yang belum mengalami kenaikan harga. Karena itu, perusahaan belum melihat adanya perubahan signifikan terhadap perilaku pembelian kendaraan.
"Mungkin gini dulu lah ya teman-teman harus bijaksana menyikapi ini. Yang naik BBM apa sih? Pertalite naik nggak? Pertamax naik nggak? Ngga sejauh ini," kata Sri Agung Handayani dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Jenis BBM yang mengalami kenaikan sejauh ini lebih banyak digunakan kendaraan premium seperti SUV dan MPV kelas atas. Sementara pengguna kendaraan LCGC dinilai masih dominan memakai BBM subsidi maupun nonsubsidi yang harganya belum berubah. Konsumsi BBM premium seperti Pertamax Dex dan solar nonsubsidi juga porsinya kecil.
"Kalau konsumsi by liter itu hanya 2,5% secara liter tapi secara customer itu 8,4%," kata Agung.
ADM juga melakukan survei terhadap perilaku konsumen setelah isu kenaikan BBM mencuat. Hasilnya, sebagian besar pengguna kendaraan masih memilih beradaptasi ketimbang langsung mengurangi penggunaan mobil.
"Dari survei kita yang mempertimbangkan untuk menunda atau menyedikitkan pemakaiannya hanya 9,5%," ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa kenaikan BBM akan langsung membuat masyarakat berpindah ke mobil murah atau kendaraan listrik. Menurutnya, keputusan pembelian kendaraan masih dipengaruhi banyak faktor lain.
"Tidak tiba-tiba menjual mobil ganti mobil yang LCGC, nggak," ujarnya.
Daihatsu sendiri hingga kini masih mengandalkan pasar pembeli mobil pertama sebagai tulang punggung penjualan. Segmen tersebut dinilai lebih sensitif terhadap kemampuan mencicil kendaraan dibanding fluktuasi BBM nonsubsidi.
Perusahaan juga menyebut konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. Karena itu ADM mulai fokus melihat kemampuan membayar konsumen, bukan sekadar daya beli.
"Kita tidak hanya melihat daya beli tapi juga Daihatsu sangat memperhatikan daya bayar," kata Agung.
(dce) Add
source on Google