Resmi Umumkan Aturan Baru Ekspor, Prabowo: Bukan Kebijakan Aneh-Aneh!
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, tidak sedang merancang atau memberlakukan kebijakan yang aneh-aneh.
Hal itu disampaikannya usai mengumumkan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) saat menyampaikan Pidato Presiden RI pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kata dia, PP ini merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas SDA RI.
Dengan PP baru ini, jelas Prabowo, semua penjualan semua hasil SDA, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, sampai paduan besi (ferroalloy), diwajibkan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah Indonesia.
"Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring. Serta, memberantas praktik kurang bayar atau under invoicing, praktik transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor (DHE)," katanya.
"Kebijakan ini akan optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengolahan atas sumber daya alam kita. Bisa seperti Meksiko, Filipina, seperti negara-negara tetangga kita. Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah karena kita tidak berani mengelola milik kita sendiri, milik bangsa Indonesia sendiri," tegasnya.
Prabowo mengatakan, setiap warga negara, setiap pemimpin yang memiliki kecerdasan; cinta Tanah Air; punya hati nurani, tidak akan mengizinkan kekayaan alam kita terus dikelola tanpa pengawasan, tanpa kendali.
"Sudah terlalu lama saudara sekalian," tukasnya.
Kebijakan serupa, katanya, telah banyak dijalankan negara-negara lain, yang benar-benar menguasai kekayaan alamnya.
"Kita harus lihat dan belajar dari Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Maroko, Ghana, Rusia, bahkan dari tetangga kita Malaysia dan Vietnam," ujar Prabowo.
"Kita tidak boleh naif, lugu, tidak boleh tidak menggunakan akal sehat kita. Kita harus belajar dari negara-negara seperti ini," ucapnya.
Negara-negara itu, lanjutnya, telah mampu mengelola kekayaan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat mereka. Dan mampu menyelenggarakan sistem pendidikan tak kalah dari negara maju, kesehatan, infrastruktur hingga dana kekayaan negara (SWF) kelas dunia.
Indonesia, tegas Prabowo, seyogiayanya tidak boleh malu belajar dari negara sudah lama mampu manfaatkan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya untuk rakyat mereka.
"Karena itu saya tegaskan, kebijakan yang dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini bukan kebijakan yang aneh-aneh. Bukan kebijakan luar biasa," kata Prabowo.
"Ini adalah praktik yang sudah dilakukan banyak negara. Ini adalah kebijakan akal sehat. Sumber daya alam kita, kita yang harus menentukan ke mana dijual, berapa harga yang layak. Kita tidak mau selalu harus terima perlakukan tidak adil bagi bangsa kita. Cukup sudah saya katakan di sini. Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.
(dce/dce) Add
source on Google