MARKET DATA

Prabowo Lihat Data Ekonomi RI: Seolah Saya Dipukul di Ulu Hati

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
20 May 2026 11:12
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengaku dirinya kaget dan merasa tersakiti ketika melihat data perekonomian Indonesia di masa-masa awal dirinya menjabat sebagai pemimpin RI.

Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi dalam tujuh tahun terakhir memang baik, tumbuh 5% setiap tahunnya. Jika dikalikan selama tujuh tahun tersebut, maka pertumbuhannya seharusnya mencapai 35%.

"Harusnya, kita kaya 35%, tapi apa yang terjadi sekali lagi saya mengajak kita jujur pada diri kita dan rakyat kita. Mungkin ini menyakitkan bagi kita, saya menerima data ini berapa minggu setelah jadi Presiden, seolah saya dipukul di ulu hati saya," paparnya dalam pidato di Sidang Paripurna, Rabu (20/5/2026).

Pertumbuhan 35% tersebut tidak dibarengi oleh perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jumlah warga miskin tambah dari dari 46,1% jadi 49,5% atau naik 3%.

"Bagaimana pertumbuhan 35% tapi kelas menengah turun, kemiskinan meningkat," ujarnya. Prabowo menilai hal ini bisa terjadi karena adanya sistem perekonomian yang tidak tepat.

"Saudara-saudara jawaban harus ilmiah jawaban harus matematis dan menurut saya jawabannya adalah bahwa kemungkinan besar saya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat," katanya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Ungkap Tiap Hari Kekayaan RI Dicuri, Mengalir Keluar Negeri!


Most Popular
Features