Prabowo: Saya Tak Mengajak Benci Siapapun, Tapi Belajar dari Sejarah
Jakarta, CNBC Indonesia-Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh rakyat Indonesia menyadari kekayaan bangsa sehingga tidak selalu tunduk dengan negara lain, apalagi mereka yang merampas hak orang lain.
"Hendaknya jangan kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain," kata Prabowo saat menyerahkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) 2027 di Sidang Paripurna DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026)
"Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita padahal mereka tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita," jelasnya.
Prabowo mengaku tidak mengajak membenci pihak lain. Meski demikian, menurutnya kita harus belajar dari sejarah yang pemimpinnya bangga terhadap negara sendiri.
"Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun, saya tidak mengajak untuk membenci bangsa lain tidak, bahkan saya mengajak belajar tapi kita harus belajar dari sejarah," ujarya.
Dari sebuah adagium, Prabowo menyampaikan bahwa orang yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum sejarah dan kembali mengalami sejarah kelam seperti masa lalu.
"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin di nusantara kita lemah, pemimpin di nusantara tidak bersatu maka kekayaan nusantara akan terus diambil kekuatan di luar nusantara," pungkasnya.
(mij/mij) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]