APBN 2027 Prabowo Dipatok 14,8% PDB, Defisit 1,8-2,4% PDB

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 10:30 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (YouTube/ Sekretarat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rancangan awal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk 2027 akan defisit rendah, yakni sekitar 1,8%-2,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Postur fiskal yang dirancang untuk tahun depan ini mempertimbangkan target belanja negara yang efisien dan produktif dengan nilai sebesar 13,62%-14,8% PDB, sedangkan pendapatan negara dioptimalisasi sekitar 11,82%-12,40% PDB.

"Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027," kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).


Sebagaimana diketahui, target defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) 2027 itu jauh lebih rendah dari target yang telah ditetapkan dalam UU APBN 2026, yakni Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% dari PDB

Adapun realisasi defisit APBN pada tahun pertama pemerintahannya berjalan, yakni pada 2025, mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92% dari yang ditargetkan sebelumnya sebesar 2,78% PDB atau senilai Rp 662 triliun.

"APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa," tegas Prabowo.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gaji Ke-13 - Subsidi EV Jadi Jurus Dongkrak Ekonomi Q2-2026