MARKET DATA

Setoran Bea Cuka Balik Tumbuh di April 2026, Purbaya Dapat Rp100,6 T

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
19 May 2026 19:04
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, setoran bea dan cukai mampu berbalik arah menjadi tumbuh positif pada April 2026, setelah tiga bulan sebelumnya terkontraksi dibanding tahun lalu.

Berdasarkan datanya, total setoran bea dan cukai pada April 2026 sudah senilai Rp 100,6 triliun atau lebih tinggi 0,6% dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp 67,9 triliun. Padahal, pada Januari minus 14% pertumbuhannya, lalu pada Februari 14,7% terkontraksi, dan Maret masih minus 12,6%.

"Sekarang sudah positif 0,6% ke depan akan lebih positif lagi, jadi memang ada perbaikan di aktivitas ekspor impor dan lain-lain," kata Purbaya saat konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Jakarta, Selasa (16/5/2026).

Purbaya mengatakan, penopang utama setoran bea cukai yang naik itu berasal dari setoran cukai yang senilai Rp 74,8 triliun lebih tinggi 2,2% dari periode yang sama tahun lalu. Disebabkan peningkatan produksi rokok pada kuartal I-2026.

Lalu, bea masuk juga mengalami pertumbuhan tinggi 6,4% dengan realisasi Rp 16,4 triliun pada April 2026. Disebabkan peningkatan bea masuk dari komoditas LPG dan kebutuhan proyek.

Hanya setora bea keluar yang masih rendah hingga April 2026, dengan realisasi terkontraksi 17,5% karena setorannya baru senilai Rp 9,3 triliun, sedangkan pada tahun lalu Rp 11,3 triliun.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Ramal RI Bakal Ketiban Durian Runtuh, Setoran Negara Melesat!


Most Popular
Features