MARKET DATA

Soal Isu Pembentukan Badan Khusus Ekspor, Rosan: Tunggu Besok!

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
19 May 2026 17:58
CEO Danantara Rosan P. Roeslani. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: CEO Danantara Rosan P. Roeslani. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto diisukan akan membentuk Badan Khusus Ekspor sejumlah komoditas. Namun hal ini belum jelas kepastiannya.

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani juga enggan berkomentar lebih banyak mengenai isu tersebut. "Nanti ya. Sudah nunggu besok saja ya, besok saja," terang Rosan usai ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (19/5/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku tak tahu menahu. Menurutnya, urusan itu nantinya akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Wah saya enggak tahu, nanti Presiden ngumumin itu," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Sama halnya dengan Purbaya, Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan belum mengetahui ihwal pembentukan tersebut.

"Saya enggak (tahu). Nah skemanya seperti apa saya tidak tahu," terang Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Tri Winarno ditemui di Gedung DPR, Selasa (19/5/2026).

Isu pembentukan badan ekspor itu pun telah ramai diperbincangkan di berbagai kalangan, termasuk kalangan pelaku usaha hingga ekonom. Dari isu yang beredar, kabarnya badan itu akan beroperasi sebagai pembeli dari komoditas tertentu ekspor asal Indonesia sebelum diekspor ke negara-negara pembeli.

Namun, penting dicatat, pemerintah sejatinya belum memberikan informasi detail terkait rumor yang beredar ini. Meski, kabarnya akan diumumkan besok secara langsung oleh presiden di DPR dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Siapkan Fase-3 Proyek Hilirisasi, Nilainya Rp170 Triliunan


Most Popular
Features